Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe Pilihan

Perbatasan Negara Dibuka: Warga Negara Indonesia Merasakan "Fear of Missing Out"

10 Juni 2022   18:00 Diperbarui: 10 Juni 2022   18:32 558 1
Dengan berlalunya masa pandemi, kita disarankan untuk tetap berada di rumah. Kehidupan kerja, kehidupan sekolah, dan bahkan kehidupan keluarga telah dialihkan ke Google Meets, Zoom, dan Discord. Kami beradaptasi dengan situasi ini yang sekarang disebut "new normal." Kehidupan kita sehari-hari sudah ada di dalam laptop atau ponsel kita. Waktu layar meningkat menjadi berjam-jam karena diisi oleh kuliah, rapat, dan lainnya

Hiburan juga menjadi terbatas, sehingga rasa takut lebih mendominasi diri kita saat kita pergi keluar rumah. Kreativitas kita juga diuji saat masa pandemi ini karena hiburan seperti konser, fashion show, dan aktivitas lain sudah bisa kita lihat di depan layar.

Dengan ilmu yang terus berkembang dan bidang Kesehatan yang terus berkembang, COVID-19 sudah mulai menurun. Pandemi telah berubah menjadi Endemi, yang berarti wabah penyakit yang terjadi secara konsisten tetapi terbatas pada wilayah tertentu, sehingga penyebaran dan laju penyakit dapat diprediksi.

Jika kita lihat media sosial, sudah banyak para artis maupun kerabat terdekat kita yang sudah berlibur ke luar negeri ke negara-negara seperti Singapur, Turki hingga Eropa. Tentu kita sebagai manusia memiliki batas sabar dan rasa kangen akan berlibur ke luar negeri. Jika kita melihat post orang-orang yang sedang di luar negeri, kita lihat bahwa regulasi memakai masker dan untuk bersocial distancing sudah jauh lebih longgar disana. Ditambah dengan perbatasan yang telah dibuka dan tidak ada keharusan lagi untuk karantina berhari-hari.

Warga negara Indonesia sudah terkenal tidak ingin merasa tertinggal atau dikenal dengan istilah FOMO. FOMO atau “Fear of Missing Out” berarti perasaan cemas seseorang saat merasa tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun