Mohon tunggu...
KOMENTAR
Analisis

Nama Koruptor Dipasang atau Tidak, Tak Ada Beda

4 Maret 2019   11:42 Diperbarui: 4 Maret 2019   13:29 200 4

Aku berkhayal andai di dunia wayang ada KPK

Maka Dursasana pasti akan tercatat sebagai koruptor kelas satu dan sekaligus juga sebagai calon legeslatif yang handal

Hehe... aku bayangkan, aku renungkan, dan aku hayati

Apa yang terjadi jika si bangsawan Kurawa itu mengalami hal itu

Aku diskusikan pula dengan beberapa orang yang kebetulan aku jumpai

Menghubungkan karakter Dursasana dengan status koruptornya

Aduh emaak...! tentu tidak banyak yang mau percaya atas kesimpulan kami

Dursasana satriya Kurawa itu pasti punya tanggapan dan sikap yang mengejutkan

Bagi dia tidak masalah andai di setiap TPS ada daftar nama dia

Andai saja KPU berani menggelar nama-nama itu, ialah nama sebagai seorang koruptor dan calon legeslatif

Maka ia akan katakan, "Siapa takut? not a problem"

Sebab dia yakin betul, hanya beberapa gelintir orang yang peduli akan hal itu, sedangkan yang lain akan bekata:

"No problem..", "No Reken" atau "No Bocor Bocor !" Hehe...

Nah, anda pasti heran dengan sinyalemen yang ia ungkapkan itu, kan?

Awalnya aku juga begitu, kok kesimpulannya bisa kayak begitu ya?

Tapi daudara-saudaraku, setelah kurenungkan sekali lagi kita agaknya masih kalah peka dengan si Dursasana itu

Dalam mendalami kharakter batin sebagian besar masyarakat Indonesia

Kebanyakan orang-orang berpendapat bahwa nama koruptor dipajang atau tidak "sama saja" alias "sami mawon"

Antara yang tercantum dan yang belum tercantum toh pada waktunya akan juga begitu, mereka yang belum tercantum tunggu saja

Saatnya akan tiba, berjumpa dengan berondongan peluru "iming-iming"

Yang akan segera menguji kehandalan mental mereka yang sudah berdasi dan duduk di kursi empuk

Kuatkah mereka?Mampukah bertahan? lima tahun lho !

Lima tahun itu ukuran waktu yang tidak sebentar untuk mental orang Indonesia pada umumnya

Lagi pula sistem politik dan demokrasi di negeri ini

Cenderung
Meningkatkan syahwat-syahwat korupsi khususnya bagi mereka yang memiliki potensi

Lihat saja, catat nih yee, belum lagi dua tahun atau lebih mereka menduduki kursi itu

Maka "Cercaan-cercaan dan cemohan akan silih berganti," kata sang Dursasana

Jadi masalahnya hanya soal WAKTU, kata dia lagi

Siapa yang mendapat giliran untuk masuk dalam daftar lebih dulu

Nah, begitu rumit dan hiruk pikuknya demokrasi negeri ini

Dan akupun hanya bisa mengangguk-angguk setengah mengiyakan

Mendengar sesorah adik Duryudana raja Astina itu

Tapi apapun yang terjadi, ternyata di hati petinggi Kurawa ini masih tersisa semangat NKRI

KEMBALI KE ARTIKEL