Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi

JJS: SMP Negeri 1 Batang-Batang

17 September 2021   10:34 Diperbarui: 17 September 2021   10:39 242 2

(Giat Jum'at Manis?)

Jalan Jalan Santai (JJS) oleh keluarga besar SMPN 1 Batang-Batang, Jum'at, 17 September 2021. Setelah sekian lama tidak melaksanakan kegiatan olah raga ringan ini, akhirnya hari ini (Jum'at Legi, manis) kami dapat melaksanakan kegiatan yang sangat menyenangkan sekaligus menyehatkan. Jalan-jalan adalah bagian dari olah raga yang ringan, murah, dan mudah. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melakukan olah raga demi kesehatan jasmani dan rohani.

Jam 07.00 lewat, siswa-siswi dikumpulkan di lapangan. Dengan protokol covid-19, mereka mempersiapkan diri untuk melakukan JJS. Setelah mereka diberi pengarahan, termasuk rute yang harus dilalui, akhirnya dengan waja sumbringah mereka berangkat menyusuri jalan yang telah ditentukan. Di pintu gerbang keluar, dimana suasana arus lalu lintas agak ramai, para dewan guru mengatur pemberangkatan agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
Dari kelas 7 hingga kelas 9, putra-putri bersama-sama dalam barisan yang telah diatur jaraknya, mereka melakukan kegiatan yang memang telah lama tidak dilaksanakan. Meskipun dengan napas tersengal, khususnya bagi para guru yang sudah berumur, pelaksanaan JJS ini akhirnya terlaksana dengan sukses.
Bagi saya (guru baru di SMP ini), JJS kali ini merupakan yang perdana dan pertama. Melewati jalan setapak persawahan, benar-benar setapak, hanya cukup dilewati satu orang pejalan kaki. Di kiri kanan terbentang persawahan yang tidak menghijau, karena memang saat ini bukan masa bertanam. Matahari begitu terik, sehingga kami merasakan gerah dari sinar matahari pagi. Tetapi cahaya ini merupakan bagian dari kesehatan itu sendiri.
Setelah melewati jalan setapak, kami sampai pada jalan beraspal yang tidak begitu lebar. Masih terlihat di kanan kiri jalan, pohon-pohon nyiur dan siwalan yang menjulang. Kata teman saya, sekarang ini tidak ada yang mau menaiki pohon siwalan. Sehingga banyak buah siwalan (ta'al) yang tidak terpetik dan luruh dengan sendirinya. Eman sebenarnya, tetapi demikian itu kondisinya. Buah siwalan tidak termanfaatkan.
Sekian lama serasa di dalam rimba. Ya, seperti saya memasuki hutan yang tidak terlalu rimbun. Masih ada rumah-rumah penduduk yang tampak, meskipun tidak terlalu banyak. Akan tetapi rimbun pepohonan menguasai suasana di saat kami melakukan JJS. Indah dan menyenangkan adalah kesan utama yang terjadi di dalam benak saya. Telah begitu lama saya tidak melakukan petualangan alam. Di samping karena keadaan covid-19, juga karena tidak didukung oleh situasi sejawat.

Setelah melalui jalan menanjak (tidak terlalu sih) akhirnya kami sampai di jalan utama kecamatan. Ramai kendaraan begitu terlihat, sehingga guru pendamping pun sigap mengatur jalannya peserta JJS. Dan Alhamdulillah, sekitar jam 08.30 kami sampai kembali di area sekolah. Tidak kurang suatu apa, kami sampai dengan kesuksesan yang luar biasa.
"Bapak, ambil kelapa muda ya," seorang siswa berkata kepada saya."Lho, punya siapa?"
"Punya paman saya, Pak."
"Benaran? Tapi siapa yang mau memanjat?"
"Saya Pak.... saya Pak... saya Pak!"

Begitu di antara celetukan kami saat mengisi kedamaian suasana JJS. Mereka tidak benar-benar ingin mengambil kelapa. Hanya untuk mengisi waktu luang saja. Mereka berusaha mengusir lelah dengan berbagai cara. Termasuk dengan hal-hal konyol sekalipun. Tidak mengapa, yang penting mereka serius dan tidak bergurau yang berlebihan.

Akhirnya, acara JJS sudah usai. Tetapi kenangan yang terlintas dalam pikiran saat menyusuri jalan berliku tetap terkenang. Kami berharap, semoga kegiatan ini memberikan nilai manfaat, refreshing, untuk lebih semangat dalam menuntut ilmu pengetahuan. Ke depan, acara refreshing, termasuk di antaranya JJS dapatnya terus bisa dilaksanakan demi kebaikan kita bersama. Wallahu A'lam!

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan