Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Antara Saya, Penjual Burjo, dan Rocky Gerung

14 Mei 2022   20:41 Diperbarui: 14 Mei 2022   20:56 102 2

Sebagai pelanggan baru di sebuah burjo(warung makan kaki lima yang menyediakan menu - menu sederhana) dekat kos saya tentu ini adalah hari bahagia bagi saya. Mengapa demikian? Hal itu karena untuk pertama kalinya si penjual burjo yang memulai pembicaraan dengan saya.
.
"Mas, itu buku apa?" tanyanya ketika mengantarkan pesanan saya.
"oh,ini buku republikanisme mas." jawab saya sembari mengaduk - aduk nasi tempe orek pesanan saya.
"wah,republikanisme itu apa mas?" tanyanya sembari kembali melanjutkan memotong -motong tempe yang hendak dijadikan gorengan.
.
Sambil menyuap sesendok nasi ke mulut saya. Saya berfikir keras bagaimana cara menjawab pertanyaan rumit itu.Akhirnya, saya memutuskan untuk menjawab;"ini buku filsafat,saya sedang belajar filsafat mas."
.
"Wah, hebat mas.Mas, mau gantiin rocky gerung,ya?" ungkapnya sambil tertawa
Mendengar itu saya pun lantas tertawa tanpa membalas ungkapannya tersebut.
.
"Saya ini penikmat pikiran rocky gerung,mas. Saya selalu merasa terwakili jika ia berbicara tentang keadaan negara.Apalagi soal minyak goreng,aneh banget ya mas. Masak negara dengan kebun sawit yang luas-minyak goreng bisa langka."paparnya
.
Mendengar pemaparannya tersebut saya begitu senang sekaligus jengkel. Senang karena saya bisa melihat bahwa besar potensi bangsa ini untuk mengaktifkan kembali "republik." Jengkel karena saya merasa bahwa semakin kesini menyebut kata "filsafat" artinya rocky gerung- begitupula sebaliknya menyebut nama rocky gerung artinya filsafat.Padahal ada banyak pemikir filsafat yang lebih canggih. Sebut saja seperti kawan saya @akbar_ajza (seorang filsuf yang sedang menyamar menjadi apapun demi bisa berkontemplasi).
.
Ada empat hal penting yang saya catat dari pembicaraan saya dengan si penjual burjo pagi tadi.Yang pertama,bung @rocky_gerung_official berhasil mengedarkan apa yang selama ini disebut kritisisme.Kedua,mentalitas republikan itu tetap ada di dalam jati diri rakyat.Ketiga,rakyat itu tidak semuanya permisif dan apatis.Keempat,ada potensi untuk mengaktifkan kembali republik sebagai ruh yang menggeliatkan negeri ini!

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan