Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi

Honorer dan PNS (part 2)

15 Maret 2020   01:09 Diperbarui: 15 Maret 2020   01:12 24 0

Dan untuk ekonomi politik media sendiri mengkaji bagaimana media sebagai institusi politik dan ekonomi mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat dan  menjelaskan bagaimana media digunakan untuk bertahan dari keterbatasan pendapatan ekonomi dan alat untuk menambah kekuasaan serta memperluas sumberdaya yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan.  Kondisi-kondisi yang ditemukan pada level kepemilikan media, praktik-praktik pemberitaan, dinamika industri dan radio, televisi, perfilman, dan periklanan, mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi dengan kondisi-kondisi ekonomi (Boyd-Barret, 1995).
Sedangkan masyarakat butuh mendapatkan informasi yang tersampaikan dengan tanpa adanya unsur politik pribadi dari pemilik media itu sendiri yang dimana sekarang ini banyak pemilik media banyak yang menyalahgunakan kepentingan mereka kedalam media yang mereka punya dengan penyalahgunaan ini banyak masyarakat yang tidak medapat informasi pure tanpa adanya kepentingan dari pemilim media yang sengaja mereka selipkan medalam berita yang mereka sajikan contohnya ketika mereka menyajikan berita cenderung menyajikan yang berfokus kepadasatu sisi sehingga media cenderung "memihak" dan tidak netral akan suatu pemberitaan, itu terjadi mungkin saja karena ada nya kepentingan ekonomi politik didalam nya sehingga pemilik media menyajikan apa yang "pemilik kepentingan" inginkan
Perspektif untuk melihat bagaimana peran kekuasaan/pemilik media televisi, terhadap eksistensi perkembangan dunia pertelevisian dapat digunakan teori ekonomi politik. Teori ini berangkat dari pendekatan kritis yang muncul sebagai respon terhadap perkembangan kapitalisme. Teori ekonomi politik, secara umum  digunakan untuk mendiskripsikan relasi antara sistem ekonomi, sistem politik, dan sistem komunikasi dalam struktur kapitalisme global (Mosco, 1996). Teori ekonomi politik lebih terfokus pada hubungan struktur ekonomi, dinamika industri dan ideologi media. Hal ini mengindikasi bahwa media tidak lebih dari satu bagian cakupan dalam sistem ekonomi, yang juga di asumsikan terkait dengan sistem politik, dan kekuasaan.  
Teori ini menjelaskan bagaimana konsumsi pasar atau keinginan dari pasar itu sendiri mempengaruhi apa yang akan disajikan oleh media itu sendiri dan juga bila adanya perbedaan antara berita satu dengan berita lain nya itu dikarenakan keinginan atau kepentingan dari pemilik media atau pemilik modal terbesar yang ada di dalam sebuah media, Dalam konteks ini menganggap bahwa media berfungsi untuk melegitimasi kekuasaan dan menanamkan kesadaran palsu bagi masyarakat sebagai target media.
Sedangkan untuk sekarang ini banyak sekali media media yang dimana pemilik nya mempunyai peran di beberapa parpol (partai politik) hal ini sangatlah berpengaruh akan bagaimana media mereka menyampaikan informasi yang mereka sajikan kepada masyarakat itu sendiri
Karena adanya keanggotaan parpol inilah beberapa media sekarang ini sudah tidak lagi menyajikan informasi netral yang tanpa adanya kepentingan pemilik media itu sendiri

KEMBALI KE ARTIKEL