Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Cinta Terlarang Penumpang MH370

19 Maret 2014   19:08 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:45 1624 3

Ramai nian misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 tujuan ke China. Amerika Serikat melalui lembaga FBI miliknya tampak kekeh ikut campur dalam peristiwa aneh tersebut, meski pemerintah Malaysia jelas menolak tegas kehadiran institusi Amerika Serikat. Sekitar 25 negara berusaha menelusuri kemana hilangnya MH370. Tak ada hasil. Konspirasi kah?

Banyak yang menduga-duga demikian.

Bagi saya, semua peristiwa hilangnya MH370 beserta drama pencarian lebih dari 20 negara tanpa hasil ini hanyalah sebuah Prolog (Pembukaan) dari Drama yang sesungguhnya sedang terjadi. Dan seperti gaya film Hollywood, sebuah film drama action yang bagus harus memiliki kisah percintaan terlarang di dalamnya.

Semalam saya habis bertemu dengan seorang petinggi Bea dan Cukai Indonesia. Beliau menceritakan sebuah fakta yang jauh lebih menarik dari kisah hilangnya MH370. Begini ceritanya.

Sebuah tiket pesawat penerbangan bernomor MH370 dibeli oleh salah seorang pejabat Bea dan Cukai Malaysia. Pejabat ini ingin menunjukkan pada istrinya bahwa dirinya akan berlabuh ke negeri China untuk tujuan pekerjaan dan bisnis. Bermodal tiket MH370 tersebut, pejabat asal Malaysia ini pun bertandang ke Bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport) untuk menuju China.

Rupanya, ada sesuatu yang ia sembunyikan. Rahasia yang ia tak dapat ceritakan kepada istri dan anaknya. Mungkin hanya beberapa rekan kerjanya saja yang mengetahui rahasia itu. Rahasia yang ia bawa di dalam tas bepergiannya.

Rahasia itu adalah sebuah tiket, juga dari penerbangan Malaysia Airlines menuju ke Jakarta, Indonesia. Pada hari yang sama. Pejabat Bea Cukai Malaysia ini tidak menuju ke China, ia menuju ke Indonesia. Ada gerangan apa? Mengapa ia mengubah tujuannya? Sudah direncanakan kah? Atau kah pejabat ini terlibat dalam gosip terorisme di balik hilangnya MH370?

Alamak ! Tidak demikian rupanya !

Pejabat Malaysia ini memang sudah merencanakan akan bepergian ke Indonesia. Pembelian tiket MH370 ini tak lebih dari sebuah upaya untuk mengelabui istri dan anaknya saja. Tujuan sesungguhnya pejabat asal Malaysia ini memang ke Indonesia.

Untuk menemui istri muda alias istri simpanannya di Jakarta.

Duh ! Cinta Terlarang Penumpang MH370 !

Tanpa diduga, MH370 hilang dalam perjalanannya ke China. Ada yang bilang meledak di udara, ada yang bilang tenggelam. Ragam spekulasi berkembang. Barat, tentu saja menuding terorisme Asia Tenggara menjadi dalang di balik hilangnya pesawat tersebut.

Pejabat ini menyadari pesawat MH370 yang seharusnya ia naiki itu lenyap tak tentu rimbanya dari pemberitaan media massa. Sontak ia kaget, bingung, merasa bersalah, tak tahu harus bagaimana. Jantungnya mungkin berdegub kencang. Kesulitan menentukan pilihan, 1) Segera pulang memberitahu istrinya bahwa ia tidak jadi berangkat karena alasan pekerjaan atau 2) Menunggu kepastian apakah pesawat itu benar-benar hilang atau ternyata selamat di suatu tempat.

Risiko alasan pertama adalah kalau ia pulang ke istrinya dan memberitahu dirinya tidak jadi naik pesawat tersebut, kenapa baru mengabari 1 hari setelahnya. Takut ketahuan, pejabat Malaysia ini memilih menunggu kepastian kondisi pesawat tersebut.

Tentunya menunggu bersama istri simpanan atau istri mudanya di Jakarta. Boleh jadi, sambil bercinta dan bersenang-senang, meski di lubuk hatinya ada rasa tidak tenang.

Rupanya, keputusan ini kesalahan besar. Lewat satu pekan, nasib MH370 tak kunjung berkabar baik. Keputusan tidak mengabari istri anaknya terlanjur sudah dijalankan, selama lebih dari seminggu.

Melalui rekan kerjanya di Malaysia, yang mengetahui rahasia kecil tentang Cinta Terlarang sang pejabat pun diketahui bahwa istri, anak dan keluarganya di Kuala Lumpur sudah berkabung dan mengubur dirinya.

Meski tanpa jasad. Keluarganya memutuskan menganggap pejabat Malaysia ini meninggal dalam perjalanan MH370 dan membuatkan kuburan untuk dirinya di pemakaman Kuala Lumpur.

%@$#^@*(*((@**(((*#((@##)@%@#

Si pejabat ini pun pusing bukan kepalang. Puyer Nomor 16 milik Bintang Toedjoeh dipastikan tak dapat mengobatinya.

Ia pun mencoba mendekati pejabat Bea Cukai Indonesia untuk mencari kemungkinan bagaimana ia dapat pulang ke keluarganya dengan alasan yang tepat. Mungkin ingin membahas apakah ada kemungkinan ia membuat alasan, ada perubahan tugas mendadak di hari keberangkatan dan harus ke Bea dan Cukai Indonesia secara darurat sehingga batal naik MH370. Atau alasan lainnya.

Agar pejabat asal Malaysia ini tidak selamanya terjebak oleh Cinta Terlarangnya di MH370.

Demikian cerita ini terungkap berdasarkan penuturan seorang pejabat Bea Cukai Indonesia tadi malam.

Menarik bukan?

KEMBALI KE ARTIKEL