Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik

Mangut Bu Fat dan Misteri Pertemuan Ganjar-AHY

3 Desember 2020   12:12 Diperbarui: 3 Desember 2020   12:15 192 3

Putra sulung Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono sowan ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (2/12) malam. Pertemuan yang berlangsung santai itu terjadi sekitar 60 menit, dengan inti pembahasan yang penuh misteri.

Diawali dengan makan malam bersama, Ganjar dan AHY nampak akrab ngobrol bersama di loby rumah dinas Ganjar. Menu makan malam yang disajikan juga bukan biasa, yakni menu khas Kota Semarang yang melegenda. Mangut Bu Fat.

Pertemuan yang awalnya dilakukan di lobi rumah dinas Ganjar itu tak berlangsung lama. Sayup-sayup terdengar obrolan keduanya, hanya sebatas bertanya kabar dan ngobrol santai. Tak ada pembahasan serius dalam pertemuan itu.

Tapi suasana berubah, saat keduanya masuk ke ruang tamu Ganjar. Pertemuan itu berlangsung tertutup, dan tak boleh diikuti awak media.

Alhasil, saya bersama puluhan awak media lain menunggu di luar ruangan dengan rasa penasaran. Ada pembahasan serius apa sehingga keduanya memutuskan masuk ke ruangan dan tak boleh diliput media?. Apakah ini ada hubungannya dengan kontestasi Pilpres 2024?

Keresahan dan dugaan itu menjadi obrolan kami. Namun sayang, misteri itu tak terjawab sampai acara usai. Ketika diserbu awak media, baik AHY dan Ganjar tak sedikitpun menyinggung soal Pilpres 2024.

"Ya saya sengaja silaturahmi ke rumah pak Ganjar, saya ingin ketemu sahabat, tokoh yang sangat saya ingin ajak berdiskusi. Sekaligus saya memberikan suport bagi pak Ganjar sebagai Gubernur Jateng khususnya dalam menangani pandemi," kata AHY.

"Tadi memang diskusi macam-macam, tapi hanya diskusi renyah, tidak banyak membicarakan isu penting, apalagi membahas negara. Saya senang, karena tadi dijamu makan malam pakai Mangut ikan sembilang dan enak sekali," tambahnya.

Ganjar juga sama sekali tak menyinggung soal kontestasi Pilpres. Menurutnya, pertemuan itu hanya berdiskusi soal banyak hal, termasuk penanganan Covid-19. Selebihnya, Ganjar mengatakan obrolan yang dilakukan adalah obrolan santai, karena keduanya sudah kenal dekat.

"Kami cerita banyak, karena kita berteman sudah lama, dengan pak SBY juga. Saat saya maju Gubernur Jateng kedua juga pak SBY dukung saya. Tadi saya tanya kabar beliau, ternyata pak SBY sekarang jadi manager volly, luar biasa," katanya.

Dugaan Penjajakan Pilpres Menggema

Naif jika pertemuan antara Ganjar dan AHY hanya membahas persoalan itu. Peneliti senior RMPolitika Jakarta, Muchtar Syihabuddin menganggap bahwa pertemuan dua tokoh itu tidak terlepas dari kontestasi pilpres.

Menurut Muchtar, langkah untuk menuju pertarungan itu memang harus disusun sejak dini. Namun ia berpesan agar keduanya menahan diri, agar tidak dikesankan kepagian untuk mempersiapkan itu.

"Peluang pasangan Ganjar-AHY di pilpres nanti sangat terbuka. Setahun terakhir, nama keduanya kerap muncul dalam survei capres. Menurut saya, Ganjar-AHY bisa menjadi duet maut. Ganjar capres, AHY cawapresnya," ujarnya.

Meski terlalu dini, namun duet Ganjar-AHY memiliki prospek tinggi dalam kontestasi Pilpres 2024. Ganjar yang memang digadang-gadang menjadi penerus Jokowi, memiliki elektabilitas politik yang tinggi. Dari survei-survei yang dilakukan, elektabilitas pria yang identik dengan rambut putihnya itu terus melejit bahkan menjadi yang teratas dibanding nama-nama lain semisal Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Tingginya elektabilitas Ganjar tak lepas dari kinerjanya sebagai Gubernur Jateng dua periode. Langkah-langkah yang diambil, program kerja dan kebijakannya selalu menyorot perhatian publik. Bahkan meski tak lagi muda, Ganjar cukup digemari anak-anak milenial zaman sekarang.

AHY sendiri juga memiliki potensi yang tinggi. Selain sebagai putra SBY sekaligus ketua umum partai Demokrat, kapabilitas dan kapasitas AHY dalam berpolitik tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, namanya juga kerap masuk 10 besar dalam survei-survei politik nasional. Belum lagi dari penampilannya, AHY tentu memiliki nilai jual tinggi untuk menarik pemilih pemula.

Jika keduanya memang berduet, tentu peluang untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024 sangat besar. Selain kapasitas politik keduanya, nilai jual penampilan serta gaya milenial keduanya juga bisa diandalkan.

Bagaimana tidak, dari sejumlah survei menunjukkan, potensi pemilih milenial pada Pilpres 2024 berjumlah 54%. Ibarat pasar, potensi anak-anak muda ini merupakan target market yang sangat tinggi. Tak hanya program kerja atau janji politik untuk merangkul mereka, pemilihan calon yang diidolakan dan dapat merepresentasikan gaya milenial sangat dibutuhkan untuk memenangkan kontestasi.

Meskipun Ganjar sudah berusia lebih dari 50 tahun, namun jiwa mudanya tak perlu diragukan lagi. Cara komunikasi, pergaulan dan kinerjanya juga sangat milenial dan begitu dikagumi anak-anak muda di Indonesia. AHY? tak perlu diragukan lagi, ia anak muda berbakat dan memiliki pengalaman tinggi. Ia ganteng, cerdas, berwibawa dan sangat memesona.

Tapi sekali lagi, itu hanya prediksi dan dugaan tanpa bukti. Kontestasi Pilpres 2024 masih terlalu jauh untuk membahas isu-isu itu. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, karena memang politik itu tak ada yang pasti.

Tapi apakah Ganjar dan AHY memang sudah mempersiapkan jalan menuju kontestasi 2024? Mungkin Mangut Bu Fat yang sudah tahu jawabannya.

KEMBALI KE ARTIKEL