Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi

Mahasiswa KKN Serayu Larangan UMP Bersinergi dengan SMP N 2 Mrebet dan Pemuda Desa Serayu Larangan dalam Pembuatan Video Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi

15 Februari 2021   18:05 Diperbarui: 15 Februari 2021   23:52 205 0

Mrebet, Kab. Purbalingga (15/2) – Mahasiswa KKNT-PPC Universitas Muhammadiyah Purwokerto beserta pemuda Desa Serayu Larangan membuat video pembelajaran tatap muka sesuai SOP Kesehatan disambut baik oleh pihak sekolah.Pembuatan video simulasi pembelajaran tatap muka sesuai SOP kesehatan di masa pandemi ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 Februari 2021 di SMP Negeri 2 Mrebet.Dalam kegiatan ini melibatkan siswa-siswi dari SMP N 2 Mrebet sebanyak 13 siswa yang mengikuti Pelatihan Penulisan Naskah Skenario yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKNT-PPC UMP program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu kepala sekolah, guru-guru, staf karyawan tata usaha juga berpartisipasi dalam pembuatan video ini.
Menurut Winda Sinia selaku guru di SMP Negeri Mrebet, tujuan diadakannya simulasi pembuatan video ini adalah untuk menggambarkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.
“Harapan dari sekolah dengan adanya video tersebut tentunya yang pertama adalah ikut berkontribusi dalam pencegahan penyebaran virus corona, selain itu juga diharapkan dapat meminimalisir kekhawatiran para orang tua apabila putra putrinya mengikuti pembelajaran di sekolah, serta diharapkan tetap dapat menjaga kualitas pendidikan ditengah masa pandemi, karena pembelajaran melalui jarak jauh atau daring dirasa kurang maksimal,” ujar Winda.
Dalam pembuatan video ini juga melibatkan potensi dan keahlian pemuda dari desa Serayu Larangan.
“Pembuatan video ini saya juga mengajak pemuda desa Serayu Larangan untuk ikut andil dalam proses pembuatan video ini. Karena menurut pandangan saya pemuda di sini memiliki potensi dan keahlian yang mumpuni dalam pembuatan video maupun film,” ujar Yoga selaku mahasiswa KKN Serayu Larangan.
Sementara itu, Irfan selaku pemuda desa Serayu Larangan mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru baginya.
“Kegiatan yang dilakukan ini sangat baik, karena dalam pembuatan ini dapat meningkatkan kreativitas siswa serta siswa juga akan mengetahui bagaimana simulasi proses pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.” ujar Irfan.

Penulis : Prayoga Hidayatullah

KEMBALI KE ARTIKEL