Mohon tunggu...
KOMENTAR
Analisis Pilihan

Siap Presiden, Jokowi Jamin Pilpres 2024 Milik Prabowo

13 Juli 2019   13:32 Diperbarui: 13 Juli 2019   15:10 340 3

Pendukung Prabowo Subianto sedih, kesal, dan marah. Pokoknya tak sudi dengan diplomasi MRT dan Sate Senayan antara Jokowi dan Prabowo. Enak saja berdamai setelah kecurangan Pilpres 2019 yang dituding terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Lantaran TSM itu, kubu 02 sangat tegas menolak pertemuan hingga sekelas Luhut "Buldoser" Panjaitan saja gagal melobi Prabowo. Disusul Wapres JK yang sukses bertemu Prabowo meski hasil pertemuan itu tak diumbar ke publik.

Lantas, kenapa hari ini Prabowo "menyerah" begitu saja kepada Jokowi? Itulah pertanyaan yang wara-wiri di jagad medsos. Akar rumput pendukung Prabowo kecewa, merasa dikhianati dan bahkan berjanji tidak lagi mendukung Gerindra dan Prabowo. Dianggap tamat.

Prabowo tentunya sudah pasti tahu risiko itu. Ia akan dicap telah mengkhianati pendukungnya yang memang dikenal sangat loyal dan militan. Prabowo demi apa harus mengorbankan perjuangan para pendukungnya? Prabowo dapat apa dari Jokowi hingga tega mengkhianati para loyalisnya? Mungkinkah Prabowo dan Gerindra sudah ditawari kursi menteri di kabinet Jokowi-Amin?

Bagi saya tidak segampang itu. Prabowo tidak sedang mengincar jabatan menteri untuk Gerindra sebagai obat penawar kekalahannya. Tetapi lebih dari itu. Yakni kursi Presiden 2024 mendatang. Prabowo menginginkan tampuk tertinggi kekuasaan itu, bukan sekadar mencicipi kue kekuasaan belaka. Hal itulah yang mendasari Prabowo akhirnya harus "takluk" dari lobi-lobi yang gencar dilakukan tim Jokowi.

Pilpres 2024 menjadi milik Prabowo atas jaminan Jokowi. Itulah poin utama pertemuan Jokowi-Prabowo hari ini. Sebuah simbol politik yang diperagakan Jokowi dengan mengajak Prabowo menaiki MRT dan makan bersama di Senayan. Jika dimaknai lebih dalam, Jokowi siap mengantarkan Prabowo untuk menikmati kue kekuasaan lima tahun berikutnya.

Sebagai presiden dua periode, Jokowi memang tidak sedang bermain-main dengan Prabowo. Bagaimanapun, Jokowi mempunyai basis massa kuat dan pengaruh politik yang cukup dahysat. Dengan bergabungnya Jokowi ke dalam tim pemenangan Prabowo di Pilpres 2024, hampir bisa dipastikan tidak ada lagi capres yang mampu menandinginya.

Bahkan sekalipun PDIP di bawah komando Megawati Soekarnoputeri malah meminang capres penantang Prabowo. Dengan kata lain, Jokowi secara tidak langsung sudah siap menyeberang dari garis kebijakan Megawati sendiri. Hal ini sangat masuk akal demi sebuah balas budi politik kepada Prabowo. Kita tahu, Prabowo berjasa besar dalam mendudukkan Jokowi di kursi Gubernur DKI yang kemudian menjadi pintu masuknya menuju Istana.

Sehingga bisa disimpulkan, pertemuan Jokowi dan Prabowo harus dimaknai dalam cakupan yang lebih luas. Yakni adanya kesepakatan antara keduanya menuju Pilpres 2024. Jokowi menjamin Prabowo akan ikut menikmati kekuasaan, tetapi harus bersabar hingga lima tahun mendatang. Di sisi lain, Prabowo harus siap menerima kritikan dan cemoohan dari pendukungnya sendiri karena dinilai telah mengkhianati perjuangan.

Dalam waktu berikutnya, kita akan melihat harmonisnya hubungan Jokowi-Prabowo. Hingga tiba pada waktunya nanti, Jokowi akan terjun total mendukung Prabowo. Maka jangan sedih wahai pendukung Prabowo, pertemuan hari ini merupakan awal yang baik bagi Prabowo dan juga kepada Indonesia. Bahwa pada Pilpres 2024 nanti, kita tidak lagi perlu diributkan kubu "cebong-kampret" karena kini keduanya telah bersatu.

Siap Presiden (2024) Prabowo!

KEMBALI KE ARTIKEL