Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Pahlawan Tua

29 September 2015   02:04 Diperbarui: 29 September 2015   02:32 79 0
Dari kejauhan, sosok setengah baya terlihat  mengayuh pedal sepeda tuanya. Gadis kecil berkerudung yang duduk manis di belakang setengah merengek minta pulang. Sebelum saya kembali ke rumah induk, saya hanya sempat berpapasan dan bersalaman kepada  bapak yang kemudian  penuh kesabaran menguatkan gadis kecilnya untuk kembali mengaji. Masih terpatri di kepala saya, jadwal masuk mengaji di bulan syawal, anak-anak berlarian dengan gembira tanpa di dampingi orang tua. Mereka seperti busur panah yang berhamburan. Canda tawa menyeruak di panasnya siang. Tapi, tidak untuk si gadis kecil. Ia sangat ketakutan. Untungnya ia memiliki ayah sekuat batu. Mengantarnya dengan wajah sumringah dan mengguyurnya dengan kata-kata sejuk yang menguatkan jiwa.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun