Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi Artikel Utama

Textbook Indonesia, Masih Ditunggu-tunggu

31 Agustus 2010   10:35 Diperbarui: 26 Juni 2015   13:34 641 0

Salah satu sebab kenapa kampus Indonesia kurang bersinar di kalangan perkampusan dunia internasional adalah karena belum banyak kampus Indonesia yang bikin buku teks sendiri. Kalau ditilik-tilik, dosen-dosen di Indonesia selalu mewajibkan mahasiswanya baca buku-buku teks buat pegangan kuliah, dan rata-rata buku-buku yang diwajibkannya itu pasti karangan luar negeri. Dan sayangnya, bukunya itu pasti berbahasa linggis. Memang sih sekarang sudah banyak banget buku teks impor yang diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia, tapi itu ada kelemahannya, yaitu masalah keterkinian. Sebagai contoh saat ini buku Obstetri Williams bahasa Indonesia yang beredar di kalangan mahasiswa kedokteran Indonesia berasal dari edisi 21 terbitan tahun 2006, yang merupakan terjemahan dari edisi 21 bahasa linggis terbitan tahun 2001. Padahal sekarang di luar negeri sana sudah beredar Obstetri Williams edisi 23 terbitan tahun 2010 dan itu belum diterjemahin ke bahasa Indonesia. Bisa nggak dibayangin bahwa ternyata ilmu kita ketinggalan sembilan tahun dibandingkan ilmuwan di luar negeri karena nungguin bukunya ilmuwan luar negeri itu diterjemahin dulu?

KEMBALI KE ARTIKEL