Mohon tunggu...
KOMENTAR
Keamanan

Provokator Kembali Berulah di Porto-Haria

24 Mei 2013   11:29 Diperbarui: 24 Juni 2015   13:06 525 0

Miris rasanya saat mendengar berita Negeri Porto dan Negeri Haria kembali terlibat bentrok, letusan senjata dan dentuman bom rakitan kembali terdengar di kedua negeri bertetangga tersebut. Sampai kapankah ini akan berakhir, ada yang berasumsi konflik ini memang sengaja dipelihara oleh kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan politis, namun ada pula yang mengasumsikannya sebagai bagian dari skenario RMS untuk memudarkan semangat Pattimura di Pulau Saparua dimana Thomas Matulessy berasal.

Sementara aparat keamanan sudah berupaya maksimal untuk mereduksi bentrokan dengan melakukan sweeping/razia senjata api maupun bom rakitan di kedua negeri itu akan tetapi tetap saja sebagian masyarakat Porto-Haria masih saja memiliki dan menyimpannya.

Moluken.com: Aparat Kembali Razia Porto Haria Sejumlah Benda Berbahaya Diamankan

Moluken.com: Razia Banyak Senjata Disimpan Warga Porto Haria di Hutan

Sejak Selasa (21/5) hingga Rabu (22/5) malam Negeri Porto dan Negeri Haria, Kec. Saparua, Kab. Maluku Tengah kembali terlibat kontak senjata dan ledakan bom rakitan di perbatasan kedua negeri yang mengakibatkan salah satu warga Negeri Haria bernama Yohanis Latuperissa (50) tewas terkena perluru tajam. Sebanyak dua SSK gabungan Polri/TNI akhirnya diturunkan pada Kamis (23/5) pagi guna mengamankan wilayah tersebut.

Kapolres Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Suharwiyono mengungkapkan bahwa situasi Porto-Haria sudah kondusif sementara otak dibalik bentrokan kedua negeri masih dalam proses penyidikan.

Bentrokan tersebut berawal dari aksi saling lempar batu antara pemuda Porto dan Haria di pelabuhan speedboat Haria, atau perbatasan kedua negeri sekitar pukul 17.00 Wit. Akibatnya terjadi konsentrasi massa dari kedua belah pihak. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari arah Porto dan mengenai mata kanan Johanis Latuperissa warga Haria hingga tewas ditempat.

KEMBALI KE ARTIKEL