Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen Pilihan

Wanita Senja di Perapian

13 Januari 2014   11:31 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:53 66 0

Aku tertegun sambil menerawang ke langit-langit rumah sambil bersandar pada dinding kayu rumah kami, rumah yang turut menjadi saksi sejarah perkembangan kehidupanku. Rumah yang sejak aku mulai bisa mengingat memori dalam otakku hingga sekarang aku rasakan belum begitu banyak perubahan. Hanya saja sesekali di ganti baik dinding ataupun lantainya, itu pun karena jika di rumah ada saudaraku yang akan menikah, itu artinya keluarga kami akan berkumpul dan tidak mungkin jika kondisi rumah dibiarkan terlihat seperti tak terawat. Namun begitu masih saja kita dapat mendengar suara derit dari lantai ketika berjalan ataupun pintu dan jendela yang telah kelihatan reot.

KEMBALI KE ARTIKEL