Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Orkestra Mini di Serambi Pagi

12 Agustus 2021   07:00 Diperbarui: 12 Agustus 2021   07:06 201 31

Orkestra Mini di Serambi Pagi

Pada dahan kehidupan induk burung terbang
tinggalkan sarang,kepak sayapnya membelah angin guna mencari pakan.

Sesekali terbang rendah hinggap dari dahan ke dahan,paruhnya mengais sesuatu bergerak dihujamkan ke buruan.

Naluri membawanya terbang lintasi cakrawala nan membentang luas,sejauh pengembaraan mengais serpihan rezeki.

Rezeki yang harus diupayakannya dengan cara menjemputnya,dengan merentangkan kedua kepak sayapnya.

Kemudian berkeliaran di alam bebas tuk keperluan.mencari makan anak-anaknya yang huniannya di sela dahan.

Hingga sayapnya terkembang paripurna tak peduli,angin bertiup kencang dan sang induk sedianya tetap mengangkasa.

Naluri membawanya terbang menjauh dari sarang,terbang di antara deru angin. Hingga tiba saat kembali pulang.

Sepercik asa yang membawanya kembali menjejak sarang,menemui anak-anaknya seraya membawa pakan.

Sementara di sarang tatkala melihat induknya datang,membawa hasil tangkapan berupa serangga-serangga lemah.

Yang menjadi mata rantai perburuan. Maka sontak riuhlah suara ciap-ciap di telinga gaduhkan suasana pagi.

Merupa pagelaran orkestra mini menyulam benang-benang indah,pada wajah pagi
kembangkan senyum berseri.

Lantaran disambangi bias hangat mentari yang tak pernah ingkar janji. Tuk selalu
menghangati bumi.

Sang induk pun terlihat amat cekatan beri pakan,anak-anaknya yang tengah dililit kelaparan mendera.

Pagi yang bening sebening permata,sejernih "Mutiara Hikmah" yang dapat dipetik dari Alam serta Kehidupan.

Bahwasannya jangan pernah berpangku Tangan,dan hewan saja pun pergi bertebaran menjemput rezeki-Nya.

***
Hera Veronica Sulistiyanto
Jakarta 12/08/2021








KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan