Mohon tunggu...
KOMENTAR
Edukasi

SMPN 1 Krembung: Sekolah Negeri yang Memproduksi Siswa Berbudi

16 April 2021   15:22 Diperbarui: 16 April 2021   15:34 59 1


Dulu ketika teman-teman duduk di bangku sekolah, pasti pernah mendengar:

"Gppa ngantuk'an seng penting tugas e mari"
"Gppa ga melu organisasi pokok terus rangking siji"

Atau ada juga yang kadang horror:

"Haduh, muesti diwulang bu guru iku maneh"
"Walaah, pak iku senengane nuturi"
"Haduh .. walaah .. haduuh .. walaaah .. dst"


***
Peristiwa yang dialami siswa di atas, sejatinya muncul dari salah satu bahkan ketiga faktor yang memengaruhi, yaitu, 1) hubungan guru dengan guru, 2) hubungan guru dengan siswa, dan 3) hubungan guru dengan orang tua.

Jika saja sekolah mampu mengaitkan dan menyambungkan dari ketiganya. Hubungan antar guru di sekolah baik dan memiliki sistem yang baik pula, maka dapat melebarkan sayapnya pada nomor ke-2 dan ke-3.  Apabila sekolahnya diisi guru-guru baik, insyaallah siswanya ikut menjadi baik. Jika siswanya baik, insyaallah orangtua siswa ikutan baik. Jika sekolah, siswa, orang tua, bersatu menjadi baik, insyaallah masyarakatnya ikut menjadi baik.

Apakah itu sulit? Jawabannya iya, tapi tidak ada sesuatu yang sulit jika banyak pihak yang berjuang dan memohon agar Allah meridhoinya.

Nah, terkait tentang hubungan sekolah, siswa, dan orang tua, entah mengapa mengingatkan saya pada salah satu sekolah yaitu SMPN 1 Krembung, Sidoarjo.

Sekolah ini sangat sadar betul akan pentingnya hubungan guru, siswa, dan orang tua. Mereka membaikkan guru-gurunya, artinya ada sistem yang sudah disusun dengan baik. Setelah itu mengalir dan diimplementasikan bersama siswa.

Sebut saya program 'Salam Pagi'. Setiap pagi, ada guru yang bertugas di pintu masuk sekolah untuk menyambut siswa. Secara tidak langsung akan terjadi komunikasi guru dan siswa, misalnya saling tanya kabar. Hubungan seperti itu yang mencoba sekolah bentuk untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu membiasakan hal-hal sederhana lebih dahulu, seperti senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.

Selanjutnya, program religi untuk mendekatkan siswa bahwasanya kehidupan ini semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Bentuk implementasinya seperti salat Dhuha berjamaah dan tilawah bersama.

Mereka juga diajarkan bagaimana Islam peduli akan kebersihan. Sehingga, pada hari Jumat dilaksanakan kegiatan bersih-bersih  oleh siswa dan guru. Belum lagi, setelah itu ada program literasi. Kembali lagi siswa dan guru saling berbagi dan sharing ilmu dari buku yang dibaca.

Selain itu, sekolah juga merangkul orang tua. Beberapa wawancara yang dilakukan bersama guru BK, didapatkan informasi bahwa guru dan wali kelas juga mengupayakan keterbukaan bersama orang tua. Tidak jarang jika ada siswa bermasalah, guru berniat baik mendatangi rumah siswa untuk menyelesaikan persoalan siswa bersama orang tua.

Maka, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sidoarjo karena memiliki SMPN 1 Krembung yang memperbaiki perilaku siswa, sehingga puncaknya diharapkan membentuk siswa yang berbudi dan memiliki peran penting di masyarakat.

Mari kita doakan yang terbaik, perlahan-lahan, insyaaallah kesuksesan itu akan datang.



Penulis:
Moch. Hasan Bhasri
Mahasiswa STKIP AL Hikmah Surabaya

KEMBALI KE ARTIKEL