Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Kongres Kebudayaan, Kongres Abal-abal

14 Oktober 2013   13:46 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:33 553 0

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kacung Marijan membenarkan ada aksi protes tersebut. Penyebab aksi protes itu beragam. Mulai dari tudingan jika kongres ini tidak mengundang budayawan Jogjakarta. Selain itu muatan dari kongres ini juga disebut asal-asalan oleh sejumlah budayawan setempat. (Sumber)
Education remains the most corrupt sector in the country. Indonesia Corruption Watch found that in 2011, the education sector contributed the most cases of graft. Of 436 cases handled by law enforcers, 12.4 percent, or 54 cases, were associated with corruption in the education sector. (Sumber)

KEMBALI KE ARTIKEL