Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Ketika Dira Sugandi, Erwin Gutawa, Riri Riza, dan Mira Lesmana Berbicara Tentang Musikal Laskar Pelangi (1)

6 Januari 2011   08:33 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:54 568 1

Selepas menyaksikan Pertunjukkan Musikal Laskar Pelangi pada tanggal 21 Desember 2010, saya berkesempatan berbincang dengan sejumlah nama yang terlibat didalamnya. Meski tak terlampau lama, semoga obrolan dengan Pemeran Bu Muslimah Dira Sugandi, Music Director Erwin Gutawa, Sutradara Riri Riza, dan Produser Mira Lesmana yang saya sarikan dalam tulisan di bawah ini bisa memberikan gambaran dan sudut pandang berbeda tentang MLP di benak Anda.

Pentas Musikal Laskar Pelangi (MLP) yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, terasa istimewa. Dari delapan drama musikal yang digelar di ibu kota sepanjang tahun 2010, MLP seolah menjadi pertunjukkan penutup yang paling ditunggu-tunggu. Ketika saya berkesempatan menyaksikannya pada penyelenggaraan hari keempat, pertunjukkan yang diangkat dari novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata itu tak henti menuai tepuk tangan dari para penonton. Wajar memang rasanya jika MLP mendapat apresiasi yang sangat baik. Para pemain yang ambil bagian didalamnya menyajikan kemampuan akting, menari, dan menyanyi nan cemerlang. Orkestra di bawah komando Erwin Gutawa juga terasa sangat padu dengan keseluruhan jalinan cerita. Set panggung karya Jay Subiakto pun begitu memanjakan mata dan seperti benar-benar dirancang detail menyerupai kondisi Belitong pada setting waktu seperti yang kita temui di buku dan filmnya.

Pengalaman Baru Dira Sugandi

Pertama kali bermain teater dan langsung kebagian peran utama tentu merupakan pencapaian yang istimewa bagi karier Dira Sugandi. Apalagi penyanyi yang pernah berduet dengan Jason Mraz pada gelaran Java Jazz 2009 itu terpilih sebagai salah satu pemeran tokoh utama, Bu Muslimah. Dira mengaku perlu melakukan beberapa penyesuaian karakter yang tak mudah antara dirinya dengan tokoh guru dalam cerita Laskar Pelangi itu. “Karena saya orangnya sangat ekstrovert,sementara Ibu Muslimah, walaupun sedih atau sangat senang, dia tidak terlalu menunjukkan perasaan (dan) selalu menjaga wibawanya,” kata Dira. Namun, di luar itu, perempuan yang sudah meluncurkan album perdana bertajuk Something About The Girl itu tak menemui kesulitan besar. Menurut Dira, hal ini bisa terjadi lantaran nama-nama besar di balik pertunjukkan MLP seperti Mira Lesmana, Riri Riza, Erwin Gutawa, Hartati, dan Jay Subiakto sangat mendukung para pemain. “Mereka nganggep teman, adik, ke kita,” tambah Dira.

Memainkan sosok dengan karakter yang begitu kuat, baik di buku maupun film, meninggalkan sedikit beban di benak Dira. Namun, penyanyi berusia 31 tahun itu mencoba tak terlalu memikirkannya. Konsentrasi terhadap peran yang dimainkan menjadi fokus Dira. Apalagi dukungan semangat kepada para pemain juga datang langsung dari sang penulis cerita, Andrea Hirata. Dira bercerita,” Dia (Andrea Hirata) sangat senang (melihat latihan MLP). Ya dari situ kita tambah semangat. Enggak mikirin beban gimana-gimana.”

Pertunjukkan MLP hari Selasa (21/12) menjadi penampilan pertama Dira. Baginya, pentas malam itu memang sudah dinantikan. Pasalnya, perempuan Bandung tersebut seharusnya sudah naik panggung pada Sabtu (18/12). Ia pun mengaku sudah sangat siap untuk tampil. Hanya saja, kendala teknis saat itu membuat jadwal tak terlaksana sebagaimana mestinya. Untungnya, Dira mampu menyikapi peristiwa ini dengan bijaksana. Ia percaya segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya. Apalagi tim MLP memberikan dukungan yang sangat besar agar ia tak patah semangat lantaran tak jadi tampil. Menurut Dira, dari kejadian tersebut, ia bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik dan “belajar” dari penampilan Lea Simanjutantak serta Eka Deli (dua pemeran lain tokoh Bu Muslimah) yang sudah tampil terlebih dahulu. Walaupun begitu, Dira tak menampik perasaan trauma yang sempat menyergapnya sebelum naik panggung. “Sebetulnya tadi pas datang kesini kayak ada sedikit trauma ya (tertawa). Takut enggak jadi lagi,” ungkap Dira.

Perasaan trauma itu sama sekali tak tampak jika melihat penampilan Dira di atas panggung. Bagaimana tidak? Ia dan kawan-kawan seperti menyihir ratusan penonton yang hadir. Bahkan hampir di setiap akhir babak suara tepuk tangan bergema memenuhi aula pertunjukkan. Mojang Bandung ini bersyukur mendapat apreasiasi yang begitu tinggi pada penampilan perdananya. Dira mengungkapkan, ”Alhamdulillah aku bersyukur banget.” Ia berharap para pemain dan tim MLP bisa tampil lebih baik dan bersemangat setiap harinya. Dira juga berharap para penonton bisa menikmati dan menangkap pesan yang ingin disampaikan dari pertunjukkan MLP. “Dan mudah-mudahan musikal bisa tambah banyak terus ya di Indonesia,” tambah Dira.

Kebanggaan Erwin Gutawa

Menggarap orkestra untuk pertunjukkan teater adalah pengalaman kedua Erwin Gutawa. Pada tahun 2007, ia pernah menjadi music director untuk P. Ramlee The Musical di Malaysia. Ketika ajakan untuk membuat MLP datang, Erwin tak menampiknya. Bahkan ayah  penyanyi Gita Gutawa itu mengaku bangga bisa bekerja sama dengan nama-nama besar di dunia seni seperti Riri Riza, Mira Lesmana, dan Jay Subiakto. Erwin menuturkan,” Saya rasa mereka orang-orang hebat yang punya dedikasi. Dan kita tahu Laskar Pelangi kan sukses, buku, film, dan turunannya kali ini musikal.Jadi saya rasa saya bangga banget bisa bergabung sama mereka.

Bagi Erwin, menggarap aransemen musik untuk konser dan pertunjukkan teater memiliki tantangan yang berbeda. Menurutnya, dalam menggarap konser seorang komposer relatif lebih memiliki kebebasan jika dibandingkan dengan pertunjukkan teater. Ini tak lain karena komposisi musik yang terdapat dalam pertunjukkan teater harus harus benar-benar mendukung cerita. “Semua lagu, melodi, aransemen, semua harus mendukung suasana yang ada di atas panggung,” tandas Erwin. Lebih lanjut, konsentrasi penuh juga mutlak diperlukan seluruh pemain orkestra sepanjang pertunjukkan. Karena tampil secara live, para pemain harus sangat memperhatikan urutan dialog dan tata panggung. Erwin mengungkapkan,” Karena semua musik, dialog, tata panggung itu ada tanda-tandanya. Supaya kita bisa kompak.”

Disinggung soal harapannya terhadap MLP, Erwin menegaskan bahwa pertunjukkan musikal tersebut mempunyai sejumlah tokoh utama yang diperankan oleh lebih dari satu pemain. Ia berharap para penonton untuk tak hanya hadir dalam satu kali pertunjukkan. “Kita punya pemeran Muslimah itu tiga orang, pemeran Lintang dua orang, pemeran Ikal tiga orang, pemeran Kucai tiga orang. Jadi semuanya itu sebenarnya punya layer. Mereka punya interpretasi beda-beda terhadap perannya masing-masing,” cerita Erwin.

(bersambung ke Ketika Dira Sugandi, Erwin Gutawa, Riri Riza, dan Mira Lesmana Berbicara Tentang Musikal Laskar Pelangi (2-Habis))

KEMBALI KE ARTIKEL