Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik

Mereka !, yang Membuat Popularitas Jokowi “Anjlok”

6 Mei 2015   17:18 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:19 159 2

Wacana reshuffle kabinetpemerintahan Jokowi-JK semakin menguat. Menteri yang kinerjanya kurang memuaskan akan diganti.Meskipun terlambat tetapi tidak mengapa, karena Jokowi memang harus me- Reshuffle kabinetnya.

Sudah sekian lama Jokowi memimpin Indonesia, masih belum terasa apa yang di gaungkan Jokowi, semasa kampanye pilpres dahulu.

Salah satunya revolusi mental para pejabat, ditengah perseteruanya antara KPK dan POLRI, memicu melemahnya kekuatan KPK untuk memberantas korupsi. Untuk itu revolusi mental harus segera dilaksanakan,ditiap-tiap departemen, bila perlu seluruh pegawai baik militer maupun sipil, yang merasa tidak bagus harus mau di pensiunkan.

Ditengah ketidak jelasan kebijakan ekonomi sekarang ini, harus ada suatu gebrakan yang dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Pemerintah sekarang harus bisa menyelesaikan untuk kebaikan rakyatnya.  Di samping masalah-masalah yang sering timbul juga disebabkan oleh rakyat bangsa itu sendiri. Sehingga kita bisa bersama-sama pemerintah, bekerjasama agar tercipta kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa indonesia.

Sementara itu, anggota DPR Bambang Soesatyo menilai tim ekonomi Kabinet Kerjatidak sensitif tentang harga kebutuhan pokok masyarakat yang terus naik. "Akibatnya, popularitas pemerintahan sekarang anjlok. Maka,reshufflekabinet yang sudah diagendakan Presiden Joko Widodo sebaiknya dipercepat dengan merombak tim ekonomi kabinet," kata Bambang di Jakarta, Minggu 3 Mei 2015. http://m.liputan6.com/news/read/2226489/sinyal-reshuffle-kabinet Memang benar, semakin hari semakin anjlok popularitas seorang Jokowi, itu di sebabkan oleh kinerja para menterinya yang belum maksimal.

Sementara kabar yang berembus, perombakan menteri akan dilaksanakan usai Lebaran atau Juli 2015. Seperti disuarakan JK pada 4 Mei 2015. "Ya tentu (reshuffle) dalam waktu ke depan inilah," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta kala itu. "Belum kita bicarakan waktunya. Tetapi ya saya kira, tentu pada waktunya apabila dipandang perlu," tambah dia. Mudah-mudahan saja reshuffle kabinet nanti bisa membawa Indonesia, kearah yang lebih baik lagi

KEMBALI KE ARTIKEL