Mohon tunggu...
KOMENTAR
Hobi Pilihan

Agar Konsistensi Menulis Terjaga

17 Oktober 2020   08:31 Diperbarui: 17 Oktober 2020   08:38 109 10

Seorang penulis pemula akan mengalami suatu kendala di dalam menulis. Salah satu kendalanya adalah tidak konsisten atau lemah dalam komitmen untuk terus menulis. Seringkali inkonsistensi menghinggapi seorang penulis pemula. Entah itu disebabkan karena persoalan intern penulis sendiri atau disebabkan karena eksternal.

Banyak ragam alasan yang pada akhirnya membuat hilang konsisten atau lemah komitmen untuk terus menulis. Misalnya dari sisi intern penulis, alasan waktu yang habis untuk pekerjaan sehari-hari, kesibukan dan seterusnya. Kemudian dari sisi eksternal biasanya muncul alasan semisal tidak bisa konsentrasi menulis karena terganggu orang lain atau hal-hal dari luar, dan seterusnya.

Ragam alasan tersebut membuat hilangnya konsistensi atau komitmen menulis. Sebenarnya banyak cara agar seorang penulis bisa konsisten yaitu dengan mengelola waktu yang dipunya. Setiap orang sudah pasti diberikan waktu yang sama yakni dua puluh empat jam dalam sehari. Penulis yang bisa mengelola waktunya akan mampu mengatasi persoalan inkonsistensi dalam menulis.

Adalah Pak Cahyadi Takariawan seorang penulis ternama. Memberikan tipsnya agar penulis pemula konsisten dalam menulis.

1. Menyiapkan Waktu Khusus
Waktu yang dimiliki dalam sehari dua puluh empat jam harus bisa diambil untuk dijadikan waktu khusus menulis. Misalnya sehari menyiapkan waktu untuk menulis tiga puluh menit atau satu jam tergantung penulis sendiri mengaturnya.

Harus diketahui juga dalam memilih waktu yang tepat agar aktivitas menulis menjadi ringan dan bisa konsisten. Misalnya memilih waktu dini hari, atau selepas subuh. Waktu yang tepat dan bagus akan memudahkan penulis dalam berkonsentrasi. Penulis lah yang mengetahui waktu yang tepat untuk dirinya agar proses menulis menjadi enak, mudah dan berkonsentrasi.

Waktu yang sudah diatur akan menjadi kebiasaan penulis sendiri. Sehingga pada saat berada pada waktu yang telah ditentukan untuk menulis, kemudian tidak dimanfaatkannya maka akan terasa berbeda atau ada yang hilang. Jika sudah menjadi kebiasaan menulis di waktu yang sudah ditentukan sebisa mungkin untuk dijaga dan tidak dirubah jadwalnya. Dengan begitu aktivitas menulis menjadi konsisten setiap harinya.

2. Menyiapkan Tempat Khusus
Tempat khusus diperlukan untuk memberikan kekuatan inspirasi dalam menulis. Tempat yang tidak berpindah-pindah untuk menulis akan mengingat aktivitas menulis jika sedang berada pada tempat tersebut. Misalnya penulis menyiapkan tempat diruang kerja dalam rumah, maka ruang kerja itu akan terbayang sebagai lokasi menulis. Penulis bebas mengatur tempat khusus tersebut sesuai dengan kehendak sendiri.

3. Menyiapkan Sarana Menulis
Penulis perlu menyiapkan sarana untuk menjaga konsistensi menulis. Sarana yang digunakan bisa komputer, laptop, gadget atau buku tulis. Penulis tidak harus menyiapkan banyak sarana. Akan tetap cukup dengan satu sarana saja namun dengan catatan tidak mengganti ganti sarana satu dengan yang lainnya. Misalnya penulis menyiapkan sarana berupa laptop. Maka laptop tersebut sebisa mungkin tidak diganti dengan sarana lain.

Masing-masing penulis bisa mencari dan menggunakan sarana menulis sesuai dengan keinginan. Ini bertujuan agar sarana tersebut menjadi pengingat aktivitas menulis. Sarana yang telah ditetapkan untuk menulis akan mengasosiasikan seolah-olah jika penulis melihat benda tersebut akan mengajak penulis untuk menulis.

4. Membuat Tujuan Khusus
Dalam dasar-dasar menulis sudah menjelaskan tujuan menulis. Ada banyak ragam tujuan dalam menulis. Namun untuk membiasakan diri agar konsisten menulis harus benar-benar memiliki tujuan yang spesifik. Tujuan menulis yang menghujam dalam diri akan memantapkan seseorang menjadi penulis dan menguatkan konsistensi menulis.

Seorang penulis bisa menjadikan suatu kemampuan yang dimilikinya untuk menjadi tujuan khusus dalam menulis. Misalnya penulis sebagai pekerja pabrikan yang dimana setiap harinya bergelut dengan suatu produk untuk diproduksi dengan berbagai macam kendala yang dihadapi. Hal itu bisa dijadikan tujuan khusus untuk menulis, yakni dia bisa menuangkan aktivitasnya dengan segala persoalan dalam dunia pabrik menjadi sebuah karya tulis. Sehingga bermanfaat untuk banyak orang atau kalangan pekerja pabrik.

5. Memaksa Diri untuk Menulis
Konsistensi menulis akan semakin kuat jika seorang penulis pemula memaksa dirinya untuk menulis. Waktu, tempat, sarana dan tujuan yang telah tentukan harus realisasikan dengan sungguh-sungguh. Kebiasaan menulis akan terbangun dengan diawali memaksa diri untuk menulis sehingga kegiatan menulis menjadi ringan dan mudah.

Penulis pemula sebisa mungkin harus menyiapkan hal-hal di atas agar konsistensi dalam menulis semakin kuat. Tips di atas bisa jadi tidak berlaku bagi seorang penulis yang sudah mahir menulis. Penulis yang sudah mahir akan mampu melakukan aktivitas menulis kapanpun, di manapun, dengan sarana apapun. Karenanya sebagai penulis pemula yang ingin produktif menulis harus mengeluarkan daya dan upayanya semaksimal mungkin. Sehingga karyanya akan semakin baik, bermutu dan bermanfaat untuk orang banyak.

Sumber: KMO

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan