Mohon tunggu...
KOMENTAR
Catatan

Koruptor "Menutupi Wajah" Karena Malu

20 Juni 2012   14:27 Diperbarui: 25 Juni 2015   03:44 185 3

Kalau dipikir-pikir para pelaku korupsi itu melakukan tindak pidana korupsi bukanlah karena mereka tidak lagi punya rasa malu, tapi karena waktu mereka melakukannya tidak ada yang tahu, mereka menjadi merasa malu setelah prilaku tensebut diketahui banyak orang.

Lihat saja sekarang ini, para wanita yang didakwa kasus korupsi, semua berusaha untuk menutup raut wajah mereka dengan berbagai cadar, atau apa saja yang bisa menutupi wajah mereka, padahal sebelum tindak kejahatan yang lakukan diketahui masyarakat, dengan sangat percaya diri mereka tampil didepan masyarakat dengan menampilkan segala kemewahan yang mereka miliki.

Trend menutupi wajah didalam perseidangan ini memang pada awalnya dipelopori oleh Nunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap cek pelawat. Yang pada awalnya menutup wajahnya dengan masker dan berkacamata hitam, sehingga timbul tanda tanya dalam masyarkat, apakah benar itu Nunun, jangan-jangan itu hanya sosok seseorang yang mewakili Nunun.

Pada akhirnya kedok tersebut pun semua dibuka, dan Nunun pun tampil apa adanya. Selanjutnya Yulianis, yang bertindak sebagai salah satu saksi kasus Nazaruddin, yang juga tampil di persidangan dengan penutup kepala dan wajah yang sangat rapat, sehingga yang terlihat hanyalah matanya saja, dan itu selama persidangan berlangsung sepertinya sah-sah saja.

Bahkan Melinda Dee pun sempat menutupi dirinya seperti halnya Nunun dan Yulianis. Sekarang yang menjadi perbincangan publik adalah Neneng, isteri Nazaruddin, yang sekarang ini terus bolak balik ke penyidikan KPK, dengan menutup wajahnya rapat-rapat. Sepertinya dengan menutupi wajah rapat-rapat dapat mengurangi sedikit rasa malu, padahal ketika melakukan tindak pidana korupsi, tidak satu pun dari mereka memiliki rasa malu.

Kalau saja mereka semua memiliki hati dan Rasa Malu, mungkin tidak sampai hati mereka mau melakukan tindak kejahatan Suap dan Korupsi. Ternyata rasa malu hanya ada ketika kejahatan yang dilakukan sudah diketahui publik, kalau tidak ketahuan, maka kejahatannya pun akan semakin menjadi-jadi. Itulah manusia, hanya menjadi malu jika ketahuan.

KEMBALI KE ARTIKEL