Mohon tunggu...
Ko In
Ko In Mohon Tunggu... Mendengar, bersama cari solusi

Berikan senyum pada dunia, gembirakan orang karena tidak sedikit orang yang berat beban hidupnya.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Germas dan Pesan Diam dari Sahabat

16 Juli 2019   15:34 Diperbarui: 17 Juli 2019   09:02 0 0 0 Mohon Tunggu...
Germas dan Pesan Diam dari Sahabat
(foto:pixabay)

Di medsos, silaturahmi imajiner bisa dan terbiasa terjadi dengan rekan serta sahabat, berdua atau bersama-sama. Dari obrolan serius sampai yang ringan, tak berisi dan tak bergizi seperti kerupuk. Renyah seperti suaranya, saat dimakan.
"Kriuk......"


Manakala salah satu sahabat tidak terdengar kabar beritanya, tidak aktif up date status atau menanggapi chat di grup. Muncul kekhawatiran akan terjadi sesuatu dengannya. Upaya menghubungi tidak pernah ada respon, hingga akhirnya saya hanya dapat berpikir positif. Mungkin dia sudah bosan bermain di medsos atau sibuk dengan pekerjaan. Atau akun medsosnya dan handphonenya bermasalah.

Waktu terus berjalan, tidak terasa hampir dua tahun terakhir berkomunikasi, sejak terakhir menulis status di halaman Facebooknya. Hingga suatu hari, akun FB nya aktif . Terpampang foto setengah badan dalam posisi tegak. Senyum khasnya yang ramah, gambaran sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja.

"Semoga cepat sembuh, Bapak."

(foto:eonline.com)
(foto:eonline.com)
Begitu terkejut membaca, dengan rasa ingin tahu yang begitu besar menanggapi postingan itu. Beberapa hari kemudian mendapatkan balasan lewat messenger. Kalau teman kami kena stroke sudah lebih dari satu tahun.

Pesan diam sahabat

Manakala kami berkunjung ke rumahnya, dia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Senyumnya sesekali nampak dan air mata mengalir dari ujung matanya. Seolah ingin menyampaikan sebuah pesan dalam diamnya. Dengan sabar istri atau anaknya menghapusnya, mereka setia mendampingi dalam ketidakberdayaannya.

Dalam perjalanan pulang kami, sahabatnya lebih banyak diam. Masing-masing seperti mengenang masa-masa kebersamaan dengannya.  Sahabat dan teman kami ini sosok yang ramah pada setiap orang. Canda dan senyumnya selalu hadir setiap kali bertemu dengan si hitam manis ini.

Pengalaman teman dan sahabat yang terkena stroke, menyadarkanku untuk memiliki pola hidup sehat. Menjaga keseimbangan aktivitas fisik, pikiran serta pola makan. Sejak itu, diri ini harus mendisiplinkan diri dengan olahraga teratur setiap hari. Minimal 30 menit. Makan buah dan sayur tidak boleh lupa. Serta rutin, dalam periode tertentu untuk periksa kesehatan.

Hampir satu tahun sejak terakhir mengunjunginya. Kami berencana untuk kembali menengoknya di bulan yang telah ditentukan. Namun kisah hidup sahabat kami bercerita lain. Suatu hari saya melihat postingan foto di beranda FB sahabat kami.

(foto:Laras)
(foto:Laras)
Tergambar sebuah makam dengan tanah yang masih coklat kemerahan. Bunga mawar merah dan putih menutupi gundukan tanah serta hampir menutupi pathok dan foto sahabat kami.

"Selamat jalan bapak." Disertai permintaan maaf dari keluarga karena tidak dapat memberikan kabar kepergiannya kepada teman, sahabat dan kenalan almarhum. Saya hanya bisa tercengang melihat foto yang telah di posting di Facebook, tanpa kata dan suara. Air mata nyaris jatuh. Kematiannya adalah pesan diam akan bahaya penyakit tidak menular seperti stroke.

Tidak pernah terbayang teman kami ikut menjadi bagian dalam data orang yang meninggal karena penyakit stroke. Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat hingga melebihi angka 50 persen, menurut data dari Kementerian Kesehatan.

Stroke salah satu penyakit tidak menular atau PTM, yang lainnya diabetes, kanker dan jantung koroner. Sejak tahun 2000 jumlah orang yang meninggal karena PTM terus bergerak naik. Data dari Kantor Kementerian Kesehatan menyebutkan di tahun 2015 ketiga penyakit tersebut mendominasi dari sepuluh penyebab kematian teratas di tanah air.

(narasilia.com)
(narasilia.com)
Pertama, stroke disusul kecelakaan lalulintas, jantung iskemik, kanker, diabetes melitus. Dilanjutkan oleh tuberkulosis, infeksi saluran pernafasan atas, depresi, asfiksia dan trauma kelahiran serta penyakit paru obstruksi kronis.

Lebih spesifik data menurut Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018, prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2013. Penyakit tersebut diantaranya kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes dan hipertensi.

Melihat pengalaman sahabat dan membaca data memunculkan kesadaran untuk terus melakukan aktivitas yang seimbang serta pola hidup sehat. Tidak cukup mengonsumsi makanan sehat tetapi juga pola makan yang tepat. Serta pikiran yang positif dalam menghadapi hari demi hari.

(grafis narasilia.com)
(grafis narasilia.com)
Program gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas dengan fokus pada tiga kegiatan sangat membantu saya dalam memahami secara sederhana dan mudah untuk dilakukan setiap harinya bagaimana semestinya hidup sehat.

Gerakan nasional untuk hidup sehat ini merupakan prakarsa presiden Jokowi yang memandang kesehatan adalah aset paling berharga. Sehingga gerakan ini letak kuncinya pada upaya promotif dan preventif. Sebab kita semua sepakat bahwa kesehatan itu mahal harganya. Tentu program ini tidak mengecilkan arti upaya kuratif dan rehabilitatif bagi mereka yang sedang sakit.

3 Perilaku Germas

Germas simple untuk dilakukan, tinggal bagaimana setiap orang memiliki kemauan untuk mengerjakan dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM) dengan 3 perilaku Germas.

(foto:kopertis3.or.id)
(foto:kopertis3.or.id)
Pertama, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari. Ingat aktivitas fisik, tidak harus berkonotasi aktivitas olahraga yang berat.

Aktivitas ini perlu karena dapat mengendalikan tekanan darah. Menjaga kebugaran tubuh,, mengurangi resiko terkena penyakit tidak menular. Seperti stroke dan diabetes serta jantung koroner. Saya biasa melakukan kegiatan ini disertai mendengarkan lagu yang iramanya rancak, sehingga dapat memompa semangat. Sekaligus membangun pikiran  positif jika bertemu  dengan masalah yang cukup pelik di kehidupan sehari-hari.

Kedua, membiasakan diri mengonsumsi buah dan sayur. Buah kini menjadi makanan utama saya sebagai pengganti nasi. Hampir setiap pagi usai minum air putih buah seperti pepaya seolah menjadi makanan pokok tiap pagi. Kue atau roti seperti lauknya. Siang harinya baru makan nasi bersama sayur dan lauk yang mengandung protein.

Itu semua saya lakukan mengingat tidak jarang mendapat undangan makan malam yang cenderung mengandung lemak tinggi dan kurang baik untuk tubuh. Sebagai penyeimbang maka pola makan di pagi serta siang hari mesti dijaga. Bukan hanya supaya sehat tetapi juga supaya tidak "ndut" badan ini, atau buncit perut ini.

Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Berapa bulan atau berapa tahun sekali? Kondisi setiap orang berbeda-beda. Apalagi antara perempuan dan laki-laki juga berbeda kerentanan terhadap berbagai penyakit. Tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter di Puskesmas atau fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan sesuai yang terdaftar di BPJS.

(foto: Depkes.go.id)
(foto: Depkes.go.id)
Baliho Germas (foto: Ko In)
Baliho Germas (foto: Ko In)
Sedangkan bagi mereka yang mengidap penyakit tertentu, beberapa tenaga medis menyarankan untuk melakukan check up enam bulan sekali. Untuk cek darah guna mengetahui fungsi hati, fungsi ginjal, kandungan urin, hemoglobin dan lekosit.

Saat ini tidak sedikit organisasi atau komunitas yang menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Termasuk cek kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Jika harus membayar, biayanya relatif tidak begitu mahal.

Pada intinya cek kesehatan itu jika disederhanakan bahasanya meliputi :
  • Cek berat badan dan tinggi badan secara rutin guna mengetahui berat dan tinggi badan sudah berada dalam kondisi ideal atau berisiko terkena penyakit tidak menular.
  • Cek lingkar perut secara berkala untuk mengontrol lemak yang duduk nyaman di perut sebab jika berlebih dapat memicu serangan stroke, diabetes dan serangan jantung.
  • Cek tekanan darah diperlukan guna mendeteksi kemungkinan serangan stroke, hipertensi dan jantung.
  • Cek kadar gula darah secara rutin juga diperlukan. Cantik dan manis rupa itu baik tetapi kalau kadar gula dalam darah terlalu manis juga kurang baik. Untuk itu perlu mengetahui kadar glukosa dalam darah apakah berpotensi diabetes.
  • Cek kolesterol kini sudah menjadi kosa kata yang akrab di telinga. Fungsinya untuk mengetahui kolesterol buruk atau jahat, kolesterol baik dan trigliserida.
  • Cek arus puncak eksplorasi sangat dianjurkan untuk mereka yang menderita asma dan penyakit paru lainnya. Tidak ada salahnya para perokok melakukan tes ini juga.
  • Cek payudara secara mandiri oleh perempuan sangat dianjurkan untuk perempuan untuk mendeteksi adanya benjolan mencurigakan atau tidak.
  • Deteksi dini kanker leher rahim pun menjadi salah satu cek kesehatan bagi perempuan yang tidak boleh dianggap remeh. Lakukan secara berkala dengan tes Pap Smear dan tes Iva.

Jika sudah mengerti, mengetahui manfaat dari Germas. Tidak ada salahnya, sebagai individu atau pribadi mari berperan aktif mengajak sahabat, teman dan keluarga untuk terbiasa melakukan 3 perilaku Germas. Supaya menjauhkan diri dari penyakit tidak menular. Supaya tidak menjadi penyampai pesan diam perlunya hidup sehat dengan sering melakukan aktivitas, makan sayur dan buah. Serta cek kesehatan rutin.

Caranya, memberi contoh dan mengajak langsung untuk melakukan 3 perilaku Germas. Di kantor atau tempat kerja mengusulkan atau membiasakan diri untuk melakukan aktivitas fisik seperti senam sebelum memulai pekerjaan.

(foto:wikipedia)
(foto:wikipedia)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x