Mohon tunggu...
Ko In
Ko In Mohon Tunggu... Mendengar, bersama cari solusi

Berikan senyum pada dunia, gembirakan orang karena tidak sedikit orang yang berat beban hidupnya.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Klik Ini Beda

6 Juli 2018   13:10 Diperbarui: 12 Juli 2018   04:00 1155 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Klik Ini Beda
(www.klikgh.com)

Sehat saat mudik itu suatu keharusan. Bertemu orangtua dan saudara itu menyehatkan ingatan akan asal. Tanpa mereka, kita ini tidak ada artinya apa-apa. Oleh karena itu saat mudik itu harus sehat. Sehat secara fisik dan rohani.

Namun apa jadinya jika dua hari sebelum mudik, terjadi gangguan suhu panas tubuh naik. Kepala pening, tenggorokan sakit dan yang paling menjengkelkan hidung seperti kran air yang bocor. Air terus menetes dari hidung. 

Tissu basah memenuhi tempat sampah. Minum obat flu bukan pilihan tepat karena takut memberikan efek ngantuk.  Rencana mudik ke Semarang, memerlukan stamina dan konsentrasi  tinggi. Tetapi apa daya flu menyerang.

(www.everydayroots.com)
(www.everydayroots.com)
Paracetamol jadi pilihan untuk menurunkan panas. Paracetamol memang bukan obat flu. Bagi saya obat flu itu, menambah porsi makanan bergizi termasuk menambah kuantitas dan kualitas istirahat.

Mendapatkan obat paracetamol bukan hal yang sulit karena mudah dibeli di apotek, mini atau supermarket, warung klontong, toko obat. Paracetamol tergolong obat bebas. Artinya, obat ini dijual bebas tanpa resep dokter.

Namun pemakaiannya tidak boleh asal walau relatif aman dikonsumsi dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Mesti  sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam kemasan obat.

foto: Ko In
foto: Ko In
Tips cepat, cermat, aman beli obat

Saat menyebutkan paracetamol, penjaga apotek langsung mengambilkan satu emplek . Jumlahnya sekitar sepuluh butir. Kemudian saya lihat kemasan sepintas dan langsung mencari tanggal kedaluwarsa, biasanya ada dibalik kemasan.

Tertulis ED: JAN 2020, MFG: JAN 3015 dan HET atau harga eceran tertinggi. Saya balik lagi di kemasan depan tertulis 500 mg disertai dengan No.Reg yang terdiri dari gabungan angka serta huruf.  GBL 9607102904 A1, ada pula nama perusahaan yang memproduksi serta lokasi perusahaan.

foto: Ko In
foto: Ko In
Itu semua membuat saya merasa aman membeli  paracetamol. Walau obat jenis ini akrab ditelinga, saya selalu cek kemasan serta tanggal kedaluwarsa yang sudah menjadi kebiasaan. Teliti sebelum membeli  dan lebih cermat saat akan makan atau minum  obat. 

Tips aman membeli produk makanan dan obat dengan cara cepat yang biasa saya lakukan:      

  • Pertama, mencermati kemasan produk apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Tanpa kerusakan seperti sobek, berlobang apalagi penyok. 
  • Kedua, mengetahui tanggal kedaluwarsa. Biasanya diawali huruf  Expired Date, Exp, ED atau kedaluwarsa. Bedakan dengan MFG atau MFD, artinya informasi pembuatan atau Manufacturing Date. 
  • Ketiga, melihat label khususnya nama produk. Kemudian mencari gambar lingkaran hijau atau biru dengan garis hitam dipinggirnya. Hijau artinya obat bebas dan biru obat bebas terbatas.
  • Keempat, jika tidak ada gambar lingkaran hijau, biru atau merah. Saya melihat keterangan izin dari pemerintah berupa deretan urutan huruf dan angka. Tetapi biasanya saya cukup memperhatikan dua atau tiga huruf pertama untuk memastikan obat yang saya beli. Saya pastikan huruf  G, pada digit pertama untuk obat generik dan huruf B digit kedua yang artinya obat bebas. Jika digit kedua tertera huruf K artinya obat ini obat keras yang harus dengan resep dokter.
  • Kelima, berlanjut mencari nama produsennya serta alamat, biasanya nama kota dimana dibuat. Beberapa produk ada yang cantumkan nomer layanan keluhan konsumen atau alamat email serta webnya. Ini biasanya banyak dicantumkan oleh produsen makanan dan minuman olahan. 
  • Keenam, baru kemudian mencari tahu isi atau kandungan obat.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x