Mohon tunggu...
KKN DR 136 UINSU
KKN DR 136 UINSU Mohon Tunggu... MAHASISWA
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

YOK MEMBACA!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Problematika Pendidikan Di Tengah COVID-19

5 Agustus 2020   22:58 Diperbarui: 14 Agustus 2020   15:05 82 0 0 Mohon Tunggu...

Dipenghujung tahun 2019, dunia dikejutkan dengan satu virus yang sangat membahayakan. Virus itu berasal dari Wuhan China. Awalnya pandangan kebanyakan orang virus ini bersifat endemi, artinya bahwa virus ini hanya mewabah di wilayah Cina saja. Tetapi berbagai pandangan ahli meleset dengan mewabahnya penyakit ini ke negara-negara lain,hingga membuat WHO badan kesehatan dunia mengeluarkan pernyataan bahwa virus Corona tidak bersifat Endemi tapi juga sudah bersifat Pandemi. Lebih kurang 90 negara yang terdampak virus korona, termasuk Indonesia. Benar-benar dunia sedang tergoncang oleh kasus coronavirus disease ini atau dikenal dengan istilah covid-19 sejak akhir tahun lalu. 

Karna semakin meluasnya penyebaran wabah Virus Corona Diseases 2019 (Covid-19) membuat pemerintah dan semua stake holder harus berfikir keras dalam menangani kasus ini.

Sampai saat ini, pemerintah sudah mengambil langkah seperti melakukan aturan pembatasan sosial atau Sosial Distancing bahkan sampai sekarang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang kemudian dipertegas dengan PP No. 21 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) pandemic adalah wabah yang berjangkit serempak dimana-mana atau meliputi geografis yang luas.

Pandemic Covid-19 ini berdampak di berbagai sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, termasuk juga pendidikan. Organisasi pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nation Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada Kamis (5/3/2020) meyatakan bahwa wabah virus Corona telah berdampak terhadap sektor pendidikan.

Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.

Dalam hal ini bapak Presiden Joko Widodo dengan tegas mengimbau untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah.

Dengan demikian membuat dunia pendidikan kita menjadi berubah 180 derajat. Karena satu satunya solusi yang bisa ditawarkan dengan melakukan pembelajaran daring (online learning/online classroom).

Pembelajaran secara daring atau online learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan perangkat komputer atau gadget yang saling berhubungan di mana guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.

Pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antar perangkat guru dan para siswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x