Atletik

Merawat Kebanggaan Bangsa Indonesia

16 Juli 2018   23:26 Diperbarui: 16 Juli 2018   23:28 449 0 1

Sebentar lagi, tinggal menghitung hari akan resmi dibuka Asian Games tahun 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Pesta olahraga akbar ini adalah ajang unjuk diri kualitas dan solidaritas antar negara-negara di benua Asia. 

Kali ini, 40 cabang olahraga akan diperlombakan di Jakarta dan Palembang serta  di beberapa venue di provinsi Jawa Barat. Sebanyak 45 negara peserta yang berasal dari daratan Asia akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam momentum ini. 

Dan pada tahun ini, euforia kemegahan Energy of Asia yang akan dirayakan oleh kurang lebih 15.000 atlet dan seluruh masyarakat Asia akan bergemuruh kembali di tanah air tercinta, Republik Indonesia.

Pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah adalah pada tahun 1962 M. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia menjadi shohibul bait untuk kedua kalinya pada ajang bergengsi yang ke XVIII pada tahun ini.  

Kebanggaan ini mari bersama kita wujudkan dengan menyiapkan bersama sikap-sikap warga Nusantara yang gemati pada tamunya,  wajah-wajah sumringah Indonesia berbahagia karena kedatangan saudaranya dari berbagai negara,  junjung selalu sportifitas tinggi serta dukung bersama kegiatan 4 tahunan sekali ini dengan menjadi warga Asia yang aktif mengabarkan, bahwa sebentar lagi Asian Games akan berlangsung, tamu-tamu akan mengunjungi Indonesia, ciptakan suasana aman dan tertib, siapkan salam-senyum-sapa yang manis untuk menyambut saudara-saudara kita se-Asia.

Kita patut bangga dan bahagia, Ini merupakan momentum emas bagi Indonesia untuk menunjukan bahwa Indonesia mampu. Mampu bersaing dalam kompetisinya secara fear, mampu juga dalam memberikan pelayanan dan informasi yang profesional kepada seluruh para peserta tanpa memandang segala bentuk latar belakang. 

Hanya dengan selalu menjaga kualitas dan integritas dalam segala aspek pelaksanaan kegiatan ini, citra kita sebagai SDM yang kompeten akan harum di mata Asia dan bahkan dunia. Bukan hanya menyukseskan persiapan dan teknis acara, kita mempunyai kesempatan menyampaikan banyak visi yang baik untuk kemajuan Indonesia. Kita akan berusaha memborong sukses dari segala sisi. 

Sukses sebagai penyelenggara, sukses dalam prestasi atlet kita, sukses mengampanyekan Indonesia sebagai negara yang berkomitmen dalam memajukan ekononomi, pendidikan, sosial, budaya serta martabat bangsa.

Untuk meraih dan menuju itu semua tentu tidak mudah. Butuh persiapan yang matang. Persiapan yang seharusnya tidak hanya dilakukan oleh INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee). 

Akan tetapi, dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia menjadi sangat berarti. Sinergitas antar elemen menjadi kunci suksesnya Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 mendatang. Tidak hanya persiapan yang sifatnya fisik seperti penyediaan Infrastruktur olahraga dan persiapan yang berkaitan dengan teknis acara, tetapi persiapan mental batin pun sangat penting untuk diperhatikan. Persiapan mental batin menjadi peserta sekaligus tuan rumah rasanya akan terasa berat. 

Karena selain atlet kita ikut berlomba di kandang sendiri, kita akan selalu harus tersenyum dengan hasil apapun yang akan terjadi. Menjadi negara tuan rumah berarti menjadi negara yang dewasa. Jadi, kita harus selalu menjaga tindak-tanduk kita sebagai pengemban tugas yang baik. 

Dalam hal ini kita akan berusaha keras untuk menjaga kebanggaan sebagai warga Indonesia yang ramah. Kita akan memberi kesan kepada semuanya bahwa Indonesia adalah negara yang ramah kepada siapapun, kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun.

Apapun yang terjadi, karakter bangsa harus selalu dijaga. Jangan sampai kalah ramah dan manis dari ketiga maskot kita : Bhin-bhin (cenderawasih), Atung (rusa bawean) dan Kaka (badak bercula satu). Mereka ini tidaklah sekedar wacana, bukan sebatas maskot pemanis. Mereka adalah manifestasi dari masyarakat Indonesia yang ramah dan periang. Terinspirasi dari kebanggaan luhur milik kita, bhinneka Tunggal Ika. 

Penulis yakin, filosofi ini akan laku keras dimanapun ia berada ketika ditawarkan. Dengan ruh Bhinneka Tunggal Ika dalam Asian Games kali ini, akan membawa Asia dalam puncak peradaban yang maju, yang  menjunjung nilai-nilai luhur dalam perbedaan yang bersatu dan berdaulat.

Oleh karenanya, Asian Games adalah arena strategis untuk awal menanam mantra keramat bhinneka Tunggal Ika pada dunia. Dari sini kita akan membuka mata lebar-lebar, bahwa Asian Games tidak sebatas kompetisi olahraga, akan tetapi segala sudut penjurunya adalah kesempatan langka menebar energi persatuan. Meski dalam bingkai perbedaan, kita pasti bisa menuai persaudaraan. 

Dengan catatan, keramahan dari Bhinneka tunggal Ika ini hidup dalam setiap denyut nadi kita. Tidak mungkin, kita ingin berbagi tapi kita sendiri tidak sama sekali mempunyai apa yang ingin kita bagi. Kitalah yang pertama memilikinya, kita juga yang merawat, menjaga dan melestarikan lalu membaginya dengan yang lain. Ia tercermin dalam segala perilaku, baik itu tindakan maupun perkataan. 

Dengan demikian, tanpa sengaja kita sebarkan pun ia akan bersemi dengan sendirinya di mata para tamu kita. Karena lewat teladan yang baik akan lebih efektif, tidak sekedar berkata dan berkoar-koar bahwa itu motto bangsa kita.

Akhirnya dengan semua itikad baik ini Indonesia akan mengukir sejarah. Sejarah yang dikenang oleh warga dunia. Dengan selalu menyerukan perdamaian nyata, menjaga keluhuran moral bangsa dan hidup berdampingan dalam toleransi, kita tidak hanya akan menyandang sukses semata. Lebih dari itu, kita berhasil merawat dan menjaga kebanggaan bangsa Indonesia, yaitu jati diri bangsa Indonesia. Yang ramah, yang bersaudara dan menjunjung kesetaraan yang adil dan berkemanusiaan.

Dengan semangat yang disematkan pada logo Asian Games, Asia adalah sang surya yang akan mendunia menyinari bangsa-bangsa di luar sana. Warna-warni cahayanya tak akan membuat bangsa lain silau, sebaliknya dunia akan ikut bersatu membentuk harmoni dalam kemajemukan. Semakin banyak perbedaan, semakin tinggi pula semangat kita mencari titik kecil persamaan tujuan. 

Tujuan ini adalah hal yang nantinya akan kita genggam bersama, alasan kuat untuk menjalin persaudaraan. Tujuan kita bersama yaitu selalu menjaga perdamaian dunia. Sebagai awalnya, tentu kita, tuan rumah Asian Games 2018 yang akan mencontohkan semangat persaudaraan itu. Kitalah penyemai virus-virus yang menghargai kebhinekaan. Ya, benar, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika kita gemparkan jagat dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2