Mohon tunggu...
Kharisma Dwi Rachmawati
Kharisma Dwi Rachmawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Suka membaca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Edukasi Ceria, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa Mengenal Uang!

12 Agustus 2022   00:27 Diperbarui: 14 Agustus 2022   14:11 76 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu negara dan penghasil generasi yang berkualitas dimasa mendatang. Pendidikan Indonesia terkenal dengan sistem yang terlalu kaku. Hal itu dikarenakan, penerpan sistem pembelajaran yang dipakai dinilai sangat terpaku pada standar-standar, target muatan kurikulum, hampa makna, dan kurang pragmatis. Forum Ekonomi Dunia memberikan pengarahan kepada pemerintah di dunia agar meningkatkan kemampuan warga negaranya untuk memiliki keterampilan literasi dasar, kompetensi, dan karakter di abad 21. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu menyelenggarakan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Terdapat 6 literasi dasar yaitu literasi Bahasa, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Asia Money Parenting menunjukkan bahwa sebanyak 30 persen orang tua Indonesia percaya bahwa anak harus belajar menggunakan uang ketika usia mereka masih dibawah enam tahun. Pendidikan literasi keuangan harus diberikan sedini mungkin kepada anak terutama pada anak usia pra sekolah dan sekolah dasar.

Berdasarkan latar belakang tersebut salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro memberikan sosialisasi edukasi mengenai cinta, bangga, dan paham rupiah untuk kelas 3, 4, dan 5 di SDN Tambakharjo. Program ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2022. Program ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada siswa siswi di SDN Tambakharjo mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sendiri merupakan sebuah kampanye yang di inisiasikan oleh Bank Indonesia. Cinta Rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan penghindaran peredaran uang palsu dan tidak layak edar dapat dicegah dengan menjaga dan merawat rupiah.

Sedangkan bangga rupiah dintujukkan dengan menggunakan rupiah di setiap transaksi. Dengan menggunakan rupiah setiap hari maka kita sudah membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada rupiah. Paham Rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya.

Peserta dalam pelaksanaan program kerja ini sangat antusias. Antusiasme peserta terlihat ketika pembelajaran dilakukan dilapangan sekolah SDN Tambakharjo, anak anak bersikap aktif ketika sosialisasi berlangsung. Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN Tim II Undip juga menempelkan poster di beberapa sudut sekolah sehingga nantinya anak anak bisa membaca informasi cinta, bangga, dan paham rupiah.

Program Sosialisasi edukasi ini mendapatkan apresiasi oleh pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah SDN Tambakharjo. Menurut Kepala Sekolah SDN Tambakharjo sendiri program seperti ini sangat membantu siswa siswi SD dalam menambah wawasan dan pengetahuannya mengenai uang. Sosialisasi edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa-siswi di SDN Tambakharjo mengenai keuangan. Selain itu, diharapkan pula dapat membangun jiwa anak anak untuk cinta dan bangga terhadap rupiah sehingga akan menjadi bijak dalam penggunaan rupiah. 

Penulis : Kharisma Dwi Rachmawati 

DPL : Rosa Amalia, S.Pi., M.Si.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan