Muhammad Khairur Rasyid
Muhammad Khairur Rasyid

Salah satu Penggiat tulis menulis, dan merupakan Jurnalis kampus

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Heartbeat Festival Vol. 2 "Revolusi Pendidikan Rekam Medis Indonesia" Hadapi "Digital Disruption"

5 Juli 2018   09:37 Diperbarui: 5 Juli 2018   09:49 110 0 0
Heartbeat Festival Vol. 2 "Revolusi Pendidikan Rekam Medis Indonesia" Hadapi "Digital Disruption"
Dokpri

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Esa Unggul menggelar Heartbeat Festival Vol. 2 yang dilaksanakan pada tanggal 14-16 Mei 2018. Pada Heartbeat Festival tahun ini mengambil tema Revolusi Pendidikan Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Dalam Menghadapi era Digital Disruption. Sejumlah kegiatan pun dilaksanakan untuk memeriahkan Heartbeat Festival seperti Lomba Coding, Anatomi Fisiologi, Terminologi Medis, dan Poster serta Bazaar.

Salah satu Panitia Penyelengara Heartbeat Festival Felix Silviana Laoli menerangkan selain diisi dengan perlombaan terkait RMIK, dalam Heartbeat Festival juga digelar Seminar Nasional yang menjadi acara puncak dan penutup rangkaian Heartbeat Festival Vol. 2 yang  terlaksana pada tanggal 19 Mei lalu di Ballroom Hotel Mega Anggrek.  Dalam seminar tersebut, Felix melanjutkan sejumlah pembicara dihadirkan untuk mengisi materi mengenai Revolusi Pendidikan RMIK diantaranya Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA, Sugiyanto, S.Pd., M.App.Sc, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D dan Ratih Wulandari, Amd.PerKes.

Dokpri
Dokpri
Felix melanjutkan dipilihnya tema Revolusi Pendidikan RMIK menghadapi Digital Disruption pada Heartbeat Festival untuk Menindaklanjuti  isi pidato yang diutarakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dalam acara Rembug Nasional APTISI 2017 yang diadakan di Universitas Esa Unggul mengenai Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Era Digital Disruption.

"Tema yang kami ambil ini sesuai dengan perkembangan industri kesehatan ini dalam menghadapi era Digital Distruption, ini juga sejalan dengan perkatan Presiden Jokowi saat meminta perguruan tinggi merombak materi pendidikan di perguruan tinggi untuk memasuki era digital," ujar Felix di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.

Dirinya bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Jurusan RMIK berharap acara Heartbeat Festival ini dapat bermanfaat dalam membahas serta mengkaji kembali kurikulum pendidikan Prodi RMIK di Perguruan Tinggi Indonesia agar kedepannya para lulusan RMIK mampu menyesuaikan diri mereka di era Digital Distruption.

"Kami  berharap acara ini dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi agar mampu menyesuaikan kurikulum di era distruption ini, karena berbagai bidang Industri termasuk Kesehatan terpengaruh pada industri Digital, kedepannya para lulusan RMIK khusunya di Esa Unggul diharapkan mampu beradaptasi pada Digital Industri" tutupnya.