Mohon tunggu...
Khafli Muhammad
Khafli Muhammad Mohon Tunggu... Mahasiswa Psikologi

Suka humor!!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Demo Mahasiswa Berakhir Kericuhan di Balai Kota Malang dalam Sudut Pandang Psikologi Politik

21 Oktober 2019   01:13 Diperbarui: 21 Oktober 2019   01:24 0 0 0 Mohon Tunggu...

pada 24 September 2019 terjadi demo mahasiswa besar-besaran di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang yang di lakukan oleh mahasiswa se-Kota Malang dan sekitarnya. para mahasiswa tersebut tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi atau ARD. demo yang awalnya bermula damai dan tenang sontak berubah menjadi kericuhan dikarenakan para mahasiswa memaksa masuk gedung DPRD untuk bertemu para anggota dewan. mahasiswa tersebut sebelumnya berorasi di depan gedung DPRD untuk menolak beberapa pasal yang dianggap merugika di dalam revisi undang undang kitab undang-undang hukum pidana atau revisi RUU KUHP. beberapa pasal antara lain mengenai reformasi agraria yang dianggap merampas hak petani dan rakyat Indonesia.

demo berawal di pagi hari dan berjalan lancar, bahkan pada siang hari ketua DPRD Kota Malang sempat mendatangi para mahasiswa dan melakukan mediasi di depan gedung DPRD. namun menjelang sore hari keadaan berubah. para mahasiswa memaksa masuk dan meminta untuk para anggota dewan untuk satu suara dengan mereka menolak revisi RUU KUHP yang dianggap tergesa-gesa dan sembrono. namun permintaan mahasiswa tersebut di tolak aparat gabungan yang bertugas yakni TNI-Polri, sehingga terjadi menyebabkan kedua belah pihak bersitegang. pihak aparat gabungan yang dipimpin Kapolres Malang Kota Dony Alexander juga sempat menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan. 

namun upaya tersebut tidak berhasil dan para mahasiswa melakukan upaya perusakan pagar DPRD dan diikuti dengan lemparan batu dan botol minuman. tak tinggal diam, aparat membalasnya dengan menyemprotkan air dari mobil water cannon sehingga membuat kerusuhan tak dapat dihindari.

dalam sudut pandang psikologi politik menurut Barber (1985) dalam Marcus (2000), dia mengemukakan presidential personality, yang berisi dua pandangan dalam kepemimpinan politik. dua pandangan tersebut adalah kecenderungan untuk bertindak (aktif) dan tidak bertindak (pasif) dan kecenderungan untuk mengantisipasi imbalan (positif) dan hukuman (negatif). pandangan tersebutlah yang dianggap sebagai pendorong pemimpin atau orang lain untuk berperilaku dan bertindak dalam politik.

hal tersebut juga terjadi di dalam mahasiswa yang melakukan demo di depan gedung DPRD Kota Malang. mereka merupakan sekumpulan orang yang menurut Barber berada pada kepribadian kecenderungan untuk bertindak atau aktif. mereka sangat vokal untuk menanggapi dinamika politik yang terjadi sehingga terjadi demo besar-besaran tersebut. kelemahan orang dengan kepribadian aktif menurut Barber ialah hilangnya kontrol akan respons yang dia lakukan sehingga terjadilah respons yang tidak di inginkan, seperti kericuhan yang mereka lakukan. 

secara keseluruhan demo tersebut merupakan orang yang berkepribadian aktif dalam hal politik, sehingga sangat responsif menanggapi keadaan politiak di sekitarnya, namun di sisi lain demo tersebut juga susah dikendalikan di karenakan banyaknya kerumunan dan banyaknya cara yang ingin dilakukan oleh mahasiswa untuk menyuarakan pendapat, termasuk dengan cara kericuhan.

Daftar Pustaka

Marcus, George. 2000. Emotions in Politics. Annual Review

Febrianti, Vicky. 2019. Demo mahasiswa di Kota Malang di warnai aksi kericuhan. Online. https://www.antaranews.com/berita/1078830/demo-mahasiswa-di-kota-malang-diwarnai-aksi-kericuhan