Mohon tunggu...
Khadeejannisa
Khadeejannisa Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan swasta

بسم الله Menulis adl caraku berbagi dan bercerita

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Content Provider Nakal, Maling Pulsa

20 Juli 2022   15:44 Diperbarui: 20 Juli 2022   17:23 125 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: https://www.pexels.com/photo/surprised-young-woman-browsing-mobile-phone-3771127/

Telepon pintar seluler saat ini telah beralih fungsi dari barang tersier menjadi primer. Mengiringi pesatnya perkembangan dunia seluler, banyak perusahaan di bidang pengembangan aplikasi tekonologi bermunculan, diantaranya content provider. Namun sayang banyak perusahaan penyedia layanan konten (content provider/CP) melakukan praktek bisnis yang tidak santun hingga merugikan masyarakat. Seringkali tanpa disadari pulsa kita terpotong secara otomatis untuk layanan konten yang tidak pernah didaftarkan. Apesnya lagi tiba-tiba masuk notifikasi pemotongan pulsa melalui sms (short message system) yang jarang dibuka oleh pengguna ponsel masa kini.

Komplain ke pihak operator seluler pun tak ada solusinya. Karena tetap dengan alibi bahwa penggunalah yang mengklik pop-up atau banner ketika sedang menggunakan akses internet. Padahal kebanyakan konsumen cepat tanggap dengan segera mengklik tombol silang saat pop-up muncul serta memasang ad blocker di browser sebagai antisipasi yang ternyata masih belum cukup! Indonesia Mobile and Content Provider Association (IMOCA) mengakui ada beberapa perusahaan penyedia layanan konten (content provider/CP) dengan modus beragam untuk berlaku curang pada konsumen. Biasanya mereka bekerja sama dengan pihak operator untuk mengirimkan konten kepada pelanggan. Belum lagi CP liar diluar anggota IMOCA yang jumlahnya tak sedikit kian membuat permasalahan ini makin kompleks.

Pelanggaran yang dilakukan bisa dilakukan dalam beriklanan atau pun saat mengirimkan konten. Misalnya, perusahaan konten A beriklan di media massa dengan mengaburkan cara untuk "UNREG". Dengan ukuran iklan segede King Kong tapi kolom untuk Unreg-nya sangat kecil sampai tidak terbaca. Beruntung kalau kita masih bisa menghentikan permainan curang tersebut dengan permintaan "unreg" yang segera ditanggapi. 

Dalam beberapa kasus permintaan "unreg" konten harus dilakukan berulang kali sampai benar-benar berhasil. Otomatis pulsa yang terpotong semakin banyak, karena pulsa akan langsung terpotong setiap pengiriman pesan baik keluar ataupun masuk sesuai prosedur yang berlaku. Tak jarang sampai konsumen harus rela pulsanya tersedot habis bahkan minus dan terpaksa mengisi ulang hanya demi menonaktifkan layanan petaka itu.

Selain itu, ada pula beberapa program televisi yang mengikutsertakan program penyedia konten berbau penipuan. Kuis-kuis berhadiah dengan syarat melakukan registrasi ke SMS premium yang perlu dipertanyakan. Pasalnya, informasi yang diberikan ke masyarakat kurang menyeluruh. Mengenai pengumuman pemenang, distribusi hadiah dan lain sebagainya tidak dijelaskan mendetail kepada pelanggan. 

Perusahaan CP nakal juga bisa menggunakan konsumen gadungan melalui push-up sms oleh "orang dalam" sendiri. Melakukan segala cara yang dianggapnya benar meski merugikan orang lain. Hal lain yang dilanggar perusahaan layanan konten premium adalah dengan mengirimkan konten yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan. Misalnya dengan sengaja mengirimkan RBT padahal pelanggan tidak minta setelah itu pulsa pelanggan akan tersedot.

Pemerintah harus menindak tegas perusahaan penyedia konten bermasalah. Hal ini perlu dilakukan agar industri kreatif penyedia konten tidak mati. Ibarat akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Karena banyak pula perusahaan CP yang berjalan dengan fair dan berkontribusi secara baik. Layanan konten premium di satu sisi bermanfaat untuk kebutuhan entertainment konsumen namun disisi lain juga bisa menjadi jebakan batman. *deeja

Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan