Wayan Kerti
Wayan Kerti Guru Bahasa Indonesia

Anak "Bongkol Gunung Agung", selalu siap mengahadapi situasi karena belajar dari alam. Guru SMP Negeri 1 Abang, Karangasem-Bali. Terlahir, 29 Juni 1967

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Manfaat Praktis dan Prinsip-prinsip Menulis

13 Juni 2018   22:02 Diperbarui: 1 Juli 2018   19:25 518 0 0
Manfaat Praktis dan Prinsip-prinsip Menulis
Sumber Ilustrasi: Net

Menulis akan memberikan berbagai manfaat bagi penulisnya. Akan tetapi,  sang penulis hendaklah memegang teguh prinsip-prinsip penulisan yang benar sehingga dari manfaat yang didapatkan dapat juga memberikan kemaslahatan bagi orang lain.

Menulis di samping mendatangkan manfaat nilai, menulis juga mendatangkan manfaat praktis bagi penulisnya.

Menurut Cahyadi Takariawan adapun manfaat praktis yang diperoleh melalui kegiatan menulis yaitu:

  • Di kenal publik, sebagian para penulis menjadi terkenal karena menulis, akan tetapi sebagian lagi akan menjadi dikenal oleh publik. Semakin banyak tulisan kita, semakin luas pula kita dikenal orang. Dikenal itu penting yang akan memperkuat identitas kita sebagai penulis. Menjadi dikenal jauh lebih baik dan menguntungkan dari pada menjadi orang yang terkenal.
  • Kemanfaatan ekonomis, dari menulis kita bisa mendapatkan penghasilan, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Secara langsung, misalnya kita mendapatkan royalti dari buku yang kita tulis atau honor dari artikel yang kita tulis. Secara tidak langsung, misalnya karena tulisan kita menyebabkan kita diundang pada berbagai forum untuk menjadi pembicara atau narasumber, sehingga mendapatkan honor (fee). Walaupun di Indonesia belum banyak orang Indonesia yang kaya raya dari menulis, tetapi setidaknya penulis "Laskar Pelangi, atau "Ayat-Ayat Cinta" bisa menjadi milyader karena kedua tulisan tersebut.
  •  Kemanfaatan kesehatan, orang bisa menjadi sehat secara fisik maupun batin karena menulis. Misalnya orang yang dilanda depresi/stres bisa sehat karena menulis. Hal itu bisa dibuktikan dari berbagai testimoni, penelitian, maupun survei-survei.  Misalnya, ada orang yang dilanda depresi/stres bisa sehat karena menulis
  • Melalui menulis kita bisa mengenal tempat-tempat lain, bahkan belahan dunia lainnya melalui tulisan yang kita buat. Ide-ide yang kita tuangkan melalui tulisan, membuat orang-orang di tempat lain mengundang kita untuk menjadi pembicara/narasumber. Jadi, Kita diterbangkan oleh tulisan atau buku-buku yang kita tulis

Lebih lanjut, Cahyadi Takariawan mengatakan bahwa menulis sesungguhnya berada pada wilayah bernilai.  Tulisan yang baik adalah tulisan yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip penulisan, seperti berikut ini.

  • Prinsip kebenaran, yaitu kita menulis yang kita yakini kebenarannya. Apalagi untuk menulis dengan tujuan ideologis/dakwah harus ada pertanggungjawaban akhirat dan memberikan kemanfaatan yang positif bagi orang lain. Jika kita menulis hal yang salah, maka kita mungkin akan mengajak orang pada kemaksiatan/kemungkaran. Benar yang dimaksud adalah benar dalam artian konteks nilai (velue), yaitu nilai-nalai moral yang dapat dipetik dari tulisan tersebut.
  • Prinsip kemanfaatan, yaitu apa yang kita tulis harus ada kemanfaatan untuk diri kita juga untuk orang lain, yaitu kemanfaatan yang positif. Misalnya, menasihati orang melakukan kebaikan.
  • Prinsip etis, tulisan kita jangan sampai menyinggung orang lain, kelompok lain, organisasi atau komunitas lain. Apalagi, di era digital ini begitu banyak arus informasi yang mengalir dan begitu mudah kita dapatkan, maka kita hendaknya  perlu memfilter atau menyaring informasi tersebut, agar yang kita dapatkan adalah informasi-informasi yang bernilai positif. Tulisan yang tidak berbingkai prinsip etis terkadang konsekuensinya bisa berurusan dengan hukum

Jadi, menulislah yang benar, menulislah yang bermanfaat, dan menulislah yang etis.