Mohon tunggu...
Maulida Husnia Z.
Maulida Husnia Z. Mohon Tunggu... Mahasiswa

Islamic Early Childhood Education

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana

Kiat-kiat Membiasakan Anak Berpuasa di Bulan Ramadan

10 Mei 2019   00:37 Diperbarui: 10 Mei 2019   01:09 0 2 0 Mohon Tunggu...
Kiat-kiat Membiasakan Anak Berpuasa di Bulan Ramadan
hellodoktor.com

Marhaban ya Ramadhan!
Wah tidak terasa ya, kita sudah memasuki bulan yang penuh berkah ini.

Bicara soal bulan ramadhan, pasti sudah tidak asing lagi dengan rutinitas 30 hari penuh yang seringkali membuat kita malas beraktivitas. Yap, apalagi kalau bukan puasa.
Setahun sekali, orang-orang yang beragama islam pasti sudah paham akan kewajibannya menjalankan ibadah puasa. Tentunya, hal itu dikerjakan oleh orang-orang yang sudah memenuhi syarat wajibnya tersendiri. Diantara syarat-syarat wajib puasa, adalah (1) islam, (2) baligh, (3) berakal, (4) mampu untuk berpuasa.

Empat syarat-syarat diataslah yang menjadi tolok ukur seseorang dapat menjalankan ibadah puasa, atau tidak. Sehingga jika semisal salah satu syaratnya tidak terpenuhi, maka orang tersebut tidak wajib melakukan puasa.

Puasa bukanlah hal yang gampang dijalankan. Bayangkan saja, kita harus menahan lapar dan haus selama 12 jam, bahkan lebih. Perut yang biasa terisi makan tiga kali sehari, kemudian selama sebulan penuh harus melewati jeda waktu yang panjang hanya untuk sahur dan berbuka.

Orang yang tidak terbiasa melakukan puasa, tentu akan merasakan perubahan yang drastis dalam dirinya. Bisa jadi berat badannya turun, tidak bersemangat, lesu, atau bahkan sakit. Untuk itu, ibadah puasa tidak harus menunggu anak menjadi baligh, kemudian baru dilaksanakan. Melainkan, anak-anak yang belum baligh pun juga perlu dibiasakan berpuasa di bulan ramadhan supaya nantinya ia terbiasa.

Bagi anak, menjalankan ibadah puasa sebulan penuh layaknya orang dewasa tentu sangatlah berat. Maka bagi orang tua yang membiasakan puasa kepada anaknya, hendaknya tidak terlalu menuntut anak untuk melakukan puasa selayaknya yang orang dewasa lakukan. Pijakan awal untuk melatih anak berpuasa yakni:

Pertama, dengan membiasakan anak mengenali kondisi orang yang berpuasa di sekitarnya.

Semisal, anak masih terlalu dini untuk diajak berpuasa, maka orang tua hanya perlu untuk membiasakan anak mengetahui aktivitas atau kegiatan-kegiatan di dalam bulan ramadhan.

Ajak anak untuk ikut makan sahur, berbuka, dan sholat tarawih, meskipun dia masih dirasa belum mampu untuk berpuasa. Dengan itu, maka anak akan mengerti dan paham, apa yang dilakukan keluarganya ketika memasuki bulan ramadhan.

Kedua, menerapkan puasa setengah hari

Selayaknya orang berpuasa pada umumnya, ajak anak untuk makan sahur. Kemudian menahan lapar dan haus hingga setengah hari. Ketika sudah memasuki pukul 12 siang, anak diperbolehkan untuk berbuka puasa. Setelah itu, anak bisa melanjutkan puasanya lagi hingga adzan maghrib.

Ibadah puasa untuk anak memang tidak bisa dilaksanakan secara gambling dan menyeluruh, melainkan dengan pembiasaan sedikit demi sedikit. Supaya anak bisa beradaptasi dengan hal-hal baru yang dia lakukan.

Ketiga, memberikan reward ketika anak berhasil menjalankan puasanya

Ketika anak sudah berhasil menuntaskan puasanya, maka orang tua sebaiknya memberi reward berupa hadiah kecil atau pujian. Mungkin hal ini sepele, namun nyatanya sangat mempengaruhi semangat anak. Anak akan merasa bangga dan dihargai, sehingga memunculkan motivasi tersendiri untuk menjalankan ibadah puasa selayaknya orang-orang disekitarnya.