Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Si Dede pun Masih Bisa Bangga Sekolah di Negeri

9 Januari 2013   03:38 Diperbarui: 24 Juni 2015   18:21 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Tak terbayangkan untuk menyekolahkan Si Dede di sekolah yang katanya bertaraf internasional itu. Dimana biayanya pasti tidak sedikit. Bisa berpuluh juta, yang tentu tidak sesuai isi kantong.

Sekolah bertarap internasional, lebih cocok bagi mereka yang uang bukan masalah dan sibuk, sehingga menyerahkan semuanya pada sekolah untuk mendidik anak-anaknya.

Bagi Si Dede untuk bersekolah di swasta saja yang 'cuma' beberapa ribu sebulan sudah kepayahan. Sampai raport harus ditahan segala.

Setelah dua tahun di TK dan SD sampai kelas tiga ini di sekolah yang sama. Akhirnya Si Dede harus dipindahkan ke sekolah negeri sebelum kenaikan kelas atas bantuan Pak RW.

Sebagai orang tua tentu sedih memikirkan Si Dede yang harus berpisah dengan teman-temannya.

Kami menghiburnya,"Gak apa-apa ya De, pindah ke negeri? Nanti kalau udah SMP baru sekolah di _sambil menyebut nama sebuah sekolah unggulan."

Tetapi ternyata Si Dede dengan ceria menjawab,"Gak apa-apa. Dede gak sedih kok pindah ke negeri. Kan Dede juga udah SSB (sekolah sepak bola)."

Terbukti di hari pertamanya kemarin Si Dede bersekolah di tempat barunya dengan gembira.

Istri saya bilang,"Biarin deh, Dede sekolah di negeri tapi otaknya swasta. Nanti mami genjot Dede terus di rumah."

Loh kok gitu?

Tak dipungkiri, sekolah di negeri memang agak sedikit longgar pelajarannya selama ini. Di sekolah Si Dede memang agak ketat dan ada pelajaran tambahan. Seperti melukis dan bahasa mandarin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun