Mohon tunggu...
Kartika Wulansari
Kartika Wulansari Mohon Tunggu... Disainer

Suka pada cita rasa berkelas

Selanjutnya

Tutup

Media

Jurnalis Muslim Inisiatif Anti Hoaks

23 Februari 2018   20:44 Diperbarui: 23 Februari 2018   20:46 0 0 0 Mohon Tunggu...
Jurnalis Muslim Inisiatif Anti Hoaks
www.tribunnews.com

Akhir-akhir ini kita merasakan bahwa hak untuk memperoleh berita atau informasi yang benar telah diciderai. Begitu marak tersebar informasi yang belum jelas kebenarannya, bahkan terkadang sengaja dipelintir untuk melancarkan kepentingan pribadi atau sekelompok orang. Berita seperti ini disebut dengan istilah hoax atau berita bohong. Tak dapat dipungkiri bahwa kebebasan berpendapat telah dibuka selebar-lebarnya. Di media elektronik, tersedia ruang bagi publik untuk mengabarkan berita terkini atau yang lebih kita kenal dengan istilah citizen journalism

Pada media cetakpun, terdapat kolom bagi pembaca untuk beropini. Untuk kedua media tersebut, biasanya kebenaran berita masih dapat kita percayai karena terdapat proses verifikasi didalamnya. Namun yang cukup mengkhawatirkan adalah berita atau informasi yang tersebar dimedia sosial. Sebab dimedia sosial setiap orang bebas menulis berita apapun diakun media sosialnya. Ironisnya masyarakat kita masih kurang perhatian untuk mempertanyakan kebenaran berita, hanya asal share saja.

Menyadari hal tersebut, maka perlu kiranya untuk kita segera mengambil langkah. Saat ini diakui memang sudah banyak gerakan yang mengkampanyekan 'anti hoax'. Mengedukasi masyarakat pembaca atau pengkonsumsi informasi agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. 

Namun sebenarnya, hal yang juga penting adalah tidak hanya fokus pada pemberian wawasan terhadap pembaca, namun juga gerakan komitmen dari kalangan para jurnalis. Tentu yang dimaksud bukan hanya jurnalis profesional atau yang tercatat sebagai wartawan sebuah media berita, namu juga jurnalis non profesional atau citizen journalism(jurnalisme warga).

Mengapa komitmen para jurnalis untuk hanya akan menyebarkan konten kebenaran menjadi penting? Karena merekalah agen pertama yang mengumpulkan kemudian menulis atau menyusun berita. Merekalah cendela kita untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka yang memegang peran untuk mengedukasi, menginformasi, menghibur, dan melakukan kontrol sosial. Apa yang mereka beritakan, tentu akan jadi bahan pertimbangan pemerintah dan masyarakat untuk bertindak. Secara tidak langsung, sebenarnya merekalah yang mengkonstruksi arah isu dinegeri ini.

Kita dapat bersenang hati karena beberapa hari yang lalu Forum Jurnalis Muslim (Forjim) telah melakukan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Aula Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB)pada selasa (20/2/2018). Musyawarah ini merupakan langkah  para jurnalis muslim untuk berkomitmen menghasilkan produk berita yang benar dan mencerdaskan. Hal ini sebagai mana yang disampaikan oleh Gubernur NTB, TGB Muhammas Zainul Majdi, "Mukernas Forjim ini akan menjadi titik awal dari kebangkitan jurnalis muslim dikancah nasional dalam menyuarakan kebenaran dan ide-ide serta gagasan untuk kebangkitan bangsa,"

Kebangkitan jurnalis muslim dapat dijadikan inisiatif untuk mencegah arus hoax atau berita bohong. Jurnalis yang dilandasi dengan pemahaman agama yang benar akan selalu mempertimbangkan efek kemaslahatan bagi umat. Perlu digaris bawahi bahwa jurnalis muslim tidak hanya terbatas pada  pemberitaan mengenai ilmu agama, namun juga berbicara persoalan global, utamanya agenda Indonesia untuk terintegrasi dengan baik. 

Menurut TGB Zainul Majdi ketika menghadiri Mukernas Forjim, jurnalis muslim adalah para dai yang bertugas untuk mengajak umat menuju kebaikan. Dan TGBpun sangat mendukung agar jurnalis muslim bersama medianya terus melakukan proses kebangkitan. Hal ini cukup memberikan jaminan bagi kita, bahwa ketika agen pencari beritanya adalah sosok yang bertujuan memajukan umat, tentu informasi yang diberikan jauh dari hoax atau berita bohong.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x