Mohon tunggu...
Mila Rosita Dewi
Mila Rosita Dewi Mohon Tunggu... Mahasiswa - 2008056020 - Mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Walisongo Semarang

Simplicity is the key to happiness

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Hubungan Nilai Pancasila dan Hari Santri Nasional

28 Oktober 2022   20:30 Diperbarui: 28 Oktober 2022   20:36 370
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA HARI SANTRI NASIONAL DI PPPTQ AL-HIKMAH TUGUREJO, TUGU, SEMARANG

Secara etimologis, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata, yaitu Panca dan Sila. Panca yang berarti lima dan Sila berarti dasar. Sila juga dapat diartikan sebagai aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun); akhlak dan moral.

Menurut Prof. Darji Darmodiharjo, SH (dalam Kaderi), Pancasila telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit pada abad XIV. Istilah Pancasila terdapat pada buku Negarakertagama Karangan Empu Prapanca, dan buku Sutasoma karangan Empu Tantular.

Dalam buku Sutasoma ini istilah Pancasila di samping mempunyai arti "berbatu sendi yang lima" (dari bahsa Sansekerta) dia juga mempunyai arti pelaksanaan Kesusilaan yang lima. Istilah Pancasila kemudian diangkat lagi oleh Soekarno saat merumuskan dasar negara Indonesia pasca kemerdekaan.

Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa Sansekerta perkataan Pancasila memiliki dua macam arti, yaitu : " panca" yang artinya "lima " dan "syila" dengan vokal (i) pendek yang artinya "batu sendi", atau "alas", atau "dasar, dan "syiila" dengan vokal (i) panjang, yang artinya "peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh". Adapun istilah "Panca Syiila" dengan huruf  Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting. Secara terminologi Pancasila dapat diartikan sebagai lima prinsip dasar negara.

Pancasila juga memuat nilai-nilai seperti kreativitas, kesetiaan, kemandirian, gotong royong, komitmen terhadap akhlak mulia dan keragaman global. Oleh karena itu, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mendidik anak-anak dalam menghadapi kehidupan sosial sebagai orang dewasa. Dalam hal ini, sebagai anak bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan kita sehari-hari. Berdasarkan keputusan presiden Nomor 22 tahun 2015  Seperti halnya memperingati hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Tetapi setelah ditelusuri, banyak kalangan yang belum mengetahui makna mengenai Hari Santri Nasional di Indonesia.

Hari santri nasional merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada santri di tanah air tercinta ini. Pondok pesantren merupakan tempat santri dan tokoh agama Islam berbagi ilmu dari berbagai daerah dan juga adat istiadat tersendiri. Lembaga ini memiliki peran yang sangat penting, terhadap pertumbuhan karakter anak - anak usia dini terutama anak Sekolah Dasar. Di pesantren berbagai ilmu keagamaan diajarkan. Contohnya; karakter yang mulia dibiasakan dalam hidup sehari - hari. Selain guru di lembaga formal, tokoh - tokoh agama yang mengabdikan diri di pesantren sungguh mulia. Semua dilakukan tanpa pamrih, pengabdiannya yang iklas untuk mencari ridho Allah. Masyaallah.

Bentuk Perhatian pada hari santri nasional sungguh berdampak positif untuk santri di Indonesia. Sekaligus mengembangkan rasa toleransi dengan keberagaman agama di negara kita. Sikap untuk menghargai dan menghormati setiap agama sudah berjalan dengan baik. Tanpa memecah rasa persatuan dan kesatuan bangsa kita. Wujud nyata pemerintah memberikan tempat untuk santri mengembangkan potensi dirinya. Dengan membangun karakter yang sesuai ajaran agama Islam. Tetapi juga sesuai karakter nilai - nilai Pancasila.

Sedangkan hubungan santri dengan Pancasila sudah ada sejak zaman penjajahan. Pada masa penjajahan para ulama dan santri bersatu bersama pahlawan lain untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Meskipun pada zaman tersebut pancasila belum terbentuk tetapi nilai nilai Pancasila diambil dari zaman kerajaan. Seperti kisah resolusi jihad mbah KH. Hasyim Asy'ari yang diangkat menjadi film yang berjudul Sang Kyai.

Dengan demikian dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktobet tahun 2022, Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur'an Al- Hikmah Tugurejo, Tugu, Semarang mengadakan upacara dan dilanjut dengan kirab santri dengan menggunakan baju kebangsaan yaitu baju berwarna hijau dan juga jilbab berwarna putih serta sarung berwarna hijau yang bertuliskan Al-Hikmah. Setelah kirab santri dilanjutkan pembagian dorprize.

Dilanjutkan dengan malam puncak peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. dan Hari Santri Nasional yang bertepatan pada tanggal 22 Oktobet tahun 2022 jam 20.00-Selesai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun