Mohon tunggu...
BEDAH BUKU
BEDAH BUKU Mohon Tunggu... Jurnalis - RUMAH ASIK

#alamdilema

Selanjutnya

Tutup

Money

Ekonomi Rempah-Rempah sebagai Lokal Motif Utama di Maluku Utara

23 Februari 2022   08:08 Diperbarui: 23 Februari 2022   08:10 231
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://pin.it/3DhHwF6

Bagaimana ide dan gagasan menjadi tolak ukur sebagai keberlanjutan homogennya manusia untuk menentukan nasib dalam peradaban. Namun pada realitasnya hampir kekosongan dan kebodohan yang akhir-akhir ini menjadi tontonan bagi seluruh generasi yang ada, untuk itu gagasan ruang-ruang alternatif menjadi tolak ukur sebagai keberlanjutan merawat kewarasan bertindak, menjaga kesehatan berpikir, dan menjadi kerangka penentu dalam sikap hidup kita terhadap peradaban dengan membangun kesadaran sebagai manusia. Masyarakat Muluku Utara merupaka masyarakat yang sudah melekat dengan kultural maupun adat istiadat setempat dari zaman nenek moyang sampai zaman sekarang. 

Namun perlu disadari bahwasannya kultural atau pun Kebudayaan bukan hal yang lahir tanpa ada sebab melainkan iya hadir karena dengan kebutuhan masyarakat tersebut.


Sering kali kita pertanyaan-pertanyaan diatas menjadi faktor utama bagaimana masyarakat Maluku Utara yang di identik sebagai masyarakat yang selalu memegang dan menjaga kelestarian adat istiadat, kini beransur-ansur mulai terkikiskan oleh zaman digitalisasi, kemungkinan lebih parahnya lagi jika budaya dan kultural hanya akan menjadi kisah-kisah selanjutnya untuk generasi lantas apa yang menjadi nilai untuk diteruskan kepada generasi dan ditanamkan kepada generasi selanjutnya, kalau yang terjadi kultur dan budaya tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi zaman, lebih parahnya lagi hilang dari peradaban zaman.


Kemungkinan terbesar era globalisasi yang tidak dapat ditanggulagi oleh masyarakat maupun negara hal ini bagi saya sangatlah wajar, dan apa bila masyarakat Maluku Utara tidak dapat bersaing dalam peradaban maka bagaimana jadinya nasib-nasib masyarakat Maluku Utara, untuk itu proses dalam mengantisipasi hal tersebut sudah seharusnya dilakuka oleh masyarakat setempat, pembinaan kepada masyarakat terkait pentingnya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pentingnya melakukan pelatihan huksus dalam peningkatan UMKM yang berbasis pada pengelolaan sumber daha alam dari rempah-rampah yang hari ini dianggap tidak ada nilainya dibandingkan perusahan industrial minerba dan lainnya, kalau pun yang di utamakan adalah industri minerba dan lainnya bagi saya ini sangatlah keliru pada hal kita sadari bersama bahwasannya sudah berapa negara yang datang ke wilaya kita untuk meraut hasil sumber daya alam kita pala dan cengkeh dengan cara yang sangat tidak wajar, penjajahan dan lain hal. 

https://pin.it/7zaOZA9
https://pin.it/7zaOZA9

Untuk itu sangat penting jika kita hanya berbicara kemajuan teknologi sebagai tolak ukur majunya sebuah negara atau derah bagi saya ini sebuah kebodohan dan kebohongan, ketika kita mau berbicara persoalan majunya sebuah daerah kalau hanya di tinjau dari teknologi tetapi sumber daya manusia tindak mumpuni lantas apa yang akan terjadi kedepan hari, sedangkan dalam Ekonomi klasik pun berbicara pada persoalan jika sumber daya alam di suatu daerah yang sangat melimpah namun sumber daya manusia tidak dapat memanfaatkan hal tersebut. Maka yang terjadi adalah ketidak seimbangan yang akan terjadi.


Untuk itu diperlukan alternatif dan solusi guna mencegah dampak-dampak yang terjadi kedepan harinya. Kesadaran setiap individu, kesadaran kelompok atau masyarakat akan pentingnya sumber daya alam rempah-rampah yang harus dilestarikan dan dikembangkan kulitas produksinya, kemudian bagaimana pemerintah Maluku Utara seharusnya mampuh menjadi peran utama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya budidayakan sumber daya alam sebagai alaternatif kestabilan ekonomi daerah, dengan cara program pemberdayaan sumber daya alam rempah-rampah melalui wadah umkm, fasilitas tempat, fasilitas produksi atau Peralatan untuk produksi hasil rempah-rampah, pelatihan pengembangan pertanian, pelatihan ide dan gagasan untuk pengembangan berpikir, pengembangan produksi dari hasil rempah-rampah, agar tidak hanya menjadi bahan yang dijadikan sebagai barang biasa saja dengan standar harga yang sangat minim tapi juga memiliki nilai yang mampuh bersaing dengan pasar global.

https://pin.it/7jnHGM6
https://pin.it/7jnHGM6

Langkah ini seharusnya dilakukan oleh pemerintah Maluku Utara, bagaimana pentingnya menjaga dan melestarikan sumber daya alam baik mungkin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun