Mohon tunggu...
Imam Maliki
Imam Maliki Mohon Tunggu... Manusia yang ingin berbuat lebih, melebihi rasa malas

Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Laa Tahzan, Kerja Apapun Negara Hadir Memberi Jaminan

9 April 2019   10:26 Diperbarui: 9 April 2019   10:53 103 0 0 Mohon Tunggu...

Pernahkah anda Golput?

Tidak memilih ketika ada pesta demokrasi.  Pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan legislatif maupun pilihan presiden. Apa yang melatari anda Golput?

Dari penelusuran sejarah Golput di populerkan oleh Arief Budiman pada pemilu 1971, karena kecewa terhadap kebijakan orde baru. Pada Pemilu 2014 golput mencapai 30,42%. Masyarakat golput karena apriori terhadap hasil pesta demokrasi, baik eksekutif maupun legislatif. Mereka yang Golput merasa mencoblos atau tidak mencoblos sama saja, pemerintah tidak memperhatikan kehidupan mereka. Bertahun-tahun kehidupan mereka sama saja.

Saya adalah praktisi Golput. Tapi itu dulu. Belakangan saya justru menganjurkan masyarakat tidak Golput. Karena memilih salah satu cara untuk menunjukkan kita ikut serta membangun Negara. Saya pribadi merasa Negara telah hadir untuk setiap warga Negara dengan kebijakan-kebijakan yang pro masyarakat. Salah satunya adalah adanya BPJS Ketenagakerjaan.

Judul artikel ini saya awali dengan kalimat La Tahzan yang merupakan bahasa arab yang artinya jangan takut. Jangan takut akan terlantar di negeri sendiri. Jangan takut tidak bisa membayar biaya rumah sakit ketika sakit ataupun kecelakaan, bahkan kematian. Karena Negara menjamin semua warga Negara, apapun latar belakang pekerjaannnya.

Selasa kemarin (2/4/2019) penulis dan blogger Malang Raya diberi kesempatan untuk berkunjung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jl. Dokter Sutomo No. 1 Malang. Dalam kunjungan itu, penulis di undang secara khusus oleh kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang ibu Cahyaning Indriasari untuk ikut membantu mensosialisasikan program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum penulis datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, penulis beranggapan BPJS ketenagakerjaan di peruntukkan untuk karyawan yang bekerja di perusahaan besar. 

Tidak ada samasekali di benak penulis jika BPJS ini men-cover hampir semua pekerja.Tidak hanya pekerja yang bekerja di perusahaan,  pewirausaha (wirasasta) juga tercover BPJS ini. Kepala BPJS mencontohkan, pekerja informal seperti blogger meskipun tidak terikat dengan instansi atau perusahaan manapun tapi mereka juga berhak untuk mendapat jaminan.

BPJS Ketenagakerjaan ternyata manfaatnya banyak sekali bagi masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat pekerja di perusahaan dan instansi, tapi juga bagi masyarakat Bukan Pekerja Upah (BPU) atau masyarakat yang kerja mandiri. Masyarakat BPU di Indonesia saat ini mencapai 70,49 juta atau 56,84 % dari penduduk Indonesia yang bekerja.

Banyaknya manfaat itu masih belum banyak di pahami oleh masyarakat. Masyarakat lebih mengenal BPJS Kesehatan. Dan di antara yang mengenal BPJS kesehatan itu seringkali mempunyai persepsi yang sumbang. Sehingga menyamakan BPJS kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x