Mohon tunggu...
Robani
Robani Mohon Tunggu...

Guru pada MTsN 12 Kuningan Kec. Hantara, Kuningan Marketing Eksekutif PayTren pada PT. Veritra Sentosa International, Bandung

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Menguliti Buah Hikmah Ibadah Sahur

24 Mei 2018   05:05 Diperbarui: 24 Mei 2018   05:21 338 1 0 Mohon Tunggu...

Pernahkah anda berpikir kenapa makan pada waktu dini hari di bulan ramadhan dianggap sebuah ibadah? Ya itulah yang namanya sahur. Sahur adalah mempersiapkan diri untuk puasa dengan cara makan minum dan berniat pada malam hari khususnya sebelum waktu subuh tiba.

Pada umumnya di indonesia memiliki tradisi membangunkan  sahur yang unik. Seperti di kampung kami di lereng gunung ciremai anak-anak remaja bersatu padu dari setiap RT berkeliling dari gang ke gang untuk membangunkan sahur sambil menabuh berbagai alat musik sederhana.  Ada yang terbuat dari kaleng cat, botol minuman, piring seng dan sebagainya yang penting berbunyi dan menciptakan harmoni yang khas untuk membangunkan sahur.

Lalu kenapa kita harus sahur dan apa istimewanya sehingga sahur dikatakan sebagai ibadah? Padahal mungkin kalau kegiatan seperti ini dilakukan di luar bulan Ramadhan akan menimbulkan polemik di masyarakat. Wallahu a'lam, hanya Allah yang Maha Tahu tentang rahasia sebenarnya dibalik ibadah sahur ini.

Hanya saja kita bisa bersandar pada keterangan hadis Rasulullah shumu tasih, sahurlah kamu niscaya kamu akan sehat. Ternyata menurut keterangan tersebut makan sahur itu menyehatkan. Dari sudut pandang sebelah mana sahur itu menyatakan? Mungkin ahli kesehatan bisa meneliti rahasia apa saja yang membuat sahur itu dapat menyehatkan.

Saya tidak mumpuni untuk menjelaskan secara detail hal tersebut. Ini hanya sebuah tulisan sederhana yang barangkali bisa bermanfaat, alhamdulillah. Kenapa sahur itu menyehatkan? Karena berarti kita mempersiapkan diri dengan bekal untuk bertahan dalam waktu kurang lebih 13-14 jam atau seharian penuh kita tidak makan minum. Ini di Indonesia. Sedangkan di belahan bumi yang lainnya ada yang waktu puasanya lebih lama.

Berpuasa itu ibarat berperang atau bertanding. Maka orang yang mempersiapkan diri dengan latihan-latihan sebelum bertanding akan berbeda dengan orang yang tanpa persiapan sama sekali. Begitu juga sahur, bisa diartikan sebagai persiapan yang manusiawi untuk melaksanakan ibadah puasa. Kenapa? Karena Allah subhanahu wa ta'ala lebih paham terhadap diri kita daripada diri kita sendiri.

Dalam sebuah ayat dikatakan, "sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah" Dan Allah Maha Tahu akan kelemahan kita dibanding diri kita sendiri. Termasuk jika kita melakukan puasa tanpa persiapan sahur, maka itu sama saja dengan melemahkan dirinya sendiri.

Waktu sahur itu dilakukan pada saat-saat waktu ijabah do'a yaitu sepertiga malam terakhir.  Ini pun mengandung rahasiayang luar biasa. Ketika kita melakukan persiapan, Allah pun membuka lebar pintu ijabah doa. Peraduan antara Do'a sebagai energi spiritual dengan makan sahur secara fisik akan menciptakan psikis (jiwa/mental) yang kuat ditambah dengan  niat yang kuat.

Kita berniat berpuasa dan ini unik. Kalau ibadah yang lain biasanya niat itu dilakukan berbarengan dengan amaliahnya, tapi khusus puasa niat dilakukan sebelum amaliah puasa. Bahkan kalau seseorang berpuasa iya tidak berniat pada malam harinya, maka puasanya tidak sah. inilah keistimewaan sahur sehingga istimewa pula dalam hal waktu berniat puasa.

Disamping itu secara manajemen, ibadah sahur itu sama artinya dengan persiapan tahap 1 yaitu planning/perencanaan. Kita tahu jika kita gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Sahur sebagai tahapan awal dari puasa mengajarkan kepada kita bagaimana perencanaan itu dilakukan sebelum proses dilakukan.

Ternyata tidak semata persiapan dalam bentuk kekuatan fisik tapi ada hikmah yang besar. Ilmu perencanaan tadi rencanakan masa depan itu harus lebih teliti lebih detil agar hasil yang diinginkan dapat tercapai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN