Mohon tunggu...
Pakah jumang
Pakah jumang Mohon Tunggu... pengerasan hati untuk Berjuang , sebbagai korban penistaan dan penterlataran berlarut ..hanya bisa menulis dsaja sebagai catatan pengkhianatan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

aquarius

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Temuan Oknum Perangkat Desa di Tayu Tewas, Entah Apa Sebabnya

21 Desember 2020   18:41 Diperbarui: 21 Desember 2020   18:43 83 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Temuan Oknum Perangkat Desa di Tayu Tewas, Entah Apa Sebabnya
saksi Mata ( dop=kpri)

BrataposMedia.ID _ Pati _ 17/6/206 _- ddf-  Press release dilansir dari  Hedline news .com  dan dari berbagai media  Koran daerah bahwa pada ada Peritiwa kejadian dimana Seorang  Oknum   perangkat Desa  ditemukan warga sudah  Tewas mengenaskan ,  tak bernyawa ditemukan di  kediamannya turut di lokasi TKP   RT 04/RW 01, Kecamatan Tayu, Pati, Senin (17/6) malam. Sontak peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar lokasi kejadian. Diduga kematian korban disebabkan penyakit kronis yang korban Moh Subadar (65) derita selama ini. 

Seperti yang diutarakan Kapolres Pati, AKBP Jon  Wesly Arianto melalui K apolsek Tayu, AKP Sayadi. Menurut kapolsek yang memimpin langsung jajarannya di tempat kejadian perkara (TKP), korban yang bekerja sebagai perangkat desa bagian Staf Kasi Kesra di Tayu Kulon, memang selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut. 

Penemuan Pertama jasad korban ditemukan oleh Kasi Kesra Tayu Kulon, NK (49) yang kala itu hendak menjenguk korban yang tinggal seorang diri di rumah itu pada jam 20.00 WIB. Imbuh Sy, "Sepulang dari tahlilan, saudara Kholis mampir ke rumah korban, tetapi dalam keadaan terkunci."terangnya.

Kholis pun sudah memanggil-manggil nama Moh Subadar beberapa kali, sayangnya empunya rumah tak kunjung kelihatan batang hidungnya. "Dia lalu mengintip ke dalam rumah melalui jendela dan melihat korban sudah tergeletak di lantai," Jelasnya. Curiga ada yang tidak beres, selanjutnya Kholis meminta bantuan warga untuk mendobrak pintu rumah korban yang terkunci itu. 

Saat diperiksa para warga, korban sudah tidak bergerak di lantai dalam keadaan tanpa busana."Hasil pemeriksaan tim medis diperkirakan korban sudah meninggal 6 jam sebelum ditemukan warga," tandasnya. Penjelasanya, "Seperti yang diterangkan tim medis yang dipimpin dr Ida Dwi Winarni dari Puskesmas Tayu I, bahwa korban meninggal karena sakit kronis dan tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan pada tubuhnya."pungkasnya . ( sholikul hadi/ BrataposMedia.ID /Investigator Nasional)

VIDEO PILIHAN