KAMIL ICHSAN
KAMIL ICHSAN Anak Punk

T : @KMLICHSN Insta : @imajibanal

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Bioscil, Film dan Upaya Menjumpai Penonton

16 Mei 2015   05:11 Diperbarui: 8 November 2015   19:44 192 6 5
Bioscil, Film dan Upaya Menjumpai Penonton
1430637757398593103

[caption id="attachment_414646" align="aligncenter" width="448" caption="Bioscil (Bioskop Kecil)"]

[/caption]

Sebagian dari kita tentu suka menonton film dan pastinya akan ada banyak alasan kenapa orang suka menonton film. Sekedar mencari hiburan atau memang sudah menjadi kebiasaan. Apa pun alasannya, tentu boleh.

Ketika masih tinggal di Yogjakarta dan sering mengikuti “Screening film”, saya menjumpai salah satu kegiatan menonton film yang unik, yaitu Bioscil, atau  singkatan dari “Bioskop Kecil” (selanjutnya ditulis “Bioscil”). Bioscil merupakan kegiatan kolektif yang bertujuan menciptakan ruang alternatif dalam menonton film. Sebagai ruang alternatif menonton film, Bioscil umumnya menyuguhkan tontonan/kegiatan yang bersifat “edukatif” dan melibatkan penonton.

Edukatif dan melibatkan penonton? Iya, edukatif di sini tidak melulu soal a-b-c-d-e-f-g atau teori-teori yang membosankan. Ada banyak wadah atau metode menarik lainnya yang dapat kita gunakan, salah satunya melalui medium film. Film dapat dijadikan medium "belajar", wadah alternatif lain untuk bertukar informasi, budaya, sosial, dan lain-lain. Melibatkan penonton? Penonton dalam kegiatan ini  tidak hanya duduk manis menonton, film selesai, lalu pulang. Karena akan ada banyak kegiatan yang disuguhkan, sebelum dan sesudah kegiatan, seperti workshop, diskusi, kuis, storytelling dan banyak lagi kegiatan yang menghibur.

[caption id="attachment_414626" align="aligncenter" width="454" caption="Pemutaran Film Sepatu Baru karya: Aditya Ahmad /Dok-Bioscil"]

1430635729296042547
1430635729296042547
[/caption]

[caption id="attachment_414977" align="aligncenter" width="448" caption="Kegiatan Bioscil di Sekolah Mbrosot/Dok-Bioscil"]
14307514451450377999
14307514451450377999
[/caption]

[caption id="attachment_414640" align="aligncenter" width="448" caption="Persiapan pemutaran film di Deaf Art Community/Dok-Bioscil"]
1430636939837485546
1430636939837485546
[/caption]

Bioscil diinisiasi oleh dua individu, Hindra Setya (Hindra) dan Rifqi Mansur Maya (Kiki) tahun 2011, Ini merupakan bentuk kecintaan mereka atas tontonan film dan percakapan-percakapan setelahnya. Bioscil percaya bahwa, melalui film, kita bisa menambah pemahaman yang lebih dalam, pengenalan yang lebih baik atas manusia, alam, pengetahuan, dan isu-isu sosial yang sedang terjadi.

Film yang umumnya diputar di Bioscil bertemakan anak-anak dan remaja. Genre ini sengaja dipilih karena dianggap bahwa penonton anak-anak dan remaja dilihat kurang untuk terlibat aktif dalam membicarakan isu-isu di dalam sebuah pemutaran film —yang filmnya itu sendiri memuat tentang dunia mereka — anak/remaja.

[caption id="attachment_414656" align="aligncenter" width="510" caption="Storytelling seusai menonton film/Dok-Bioscil"]

14306381961742641127
14306381961742641127
[/caption]

[caption id="attachment_414692" align="aligncenter" width="486" caption="Workshop melukis Tshirt sebelum screening film/Dok-Bioscil"]
14306520692129598045
14306520692129598045
[/caption]Setelah menonton film, kita kadang sering terjebak pada pembicaraan mengenai teknis pembuatan film, namun lupa akan isu yang diungkap dalam film tersebut, dan karakter acara pemutaran film yang membuat penonton pasif. Oleh karena itu, Bioscil juga menekankan pendekatan Storytelling (bertutur/menceritakan cerita) setelah pemutaran berlangsung agar penonton (anak dan remaja) ini berani berpendapat, berefleksi atas pengalaman—diri sendiri atau orang lain, dan melihat situasi di lingkungannya dengan merujuk pada film yang ditonton.

Selain sebagai ruang alternatif menonton film-film pendek yang baik dan inspiratif, bioscil mempercayai bahwa ruang kecil ini nantinya bisa memfasilitasi proses belajar yang kreatif dan mandiri untuk anak-anak dan remaja, seluas-luasnya.

Oh iya, Mari sejenak kita Lupakan Kursi bersusun, ruang ber-AC, sound yang besar,  Popcorn dan ruang yang megah, karena di Bioscil tidak (belum?) ada itu. Menyaksikan kegiatan Bioscil sama dengan melihat pergelaran layar tancap era 90-an. Sederhana namun berkesan.

[caption id="attachment_414629" align="aligncenter" width="510" caption="Kegiatan bioscil di pendopo OLI Ocean of Life Indonesia/Dok-Bioscil"]

14306359731969287912
14306359731969287912
[/caption]

[caption id="attachment_414638" align="aligncenter" width="504" caption="Suasana saat kegiatan berlangsung/Dok-Bioscil"]
1430636800101087487
1430636800101087487
[/caption]

[caption id="attachment_414644" align="aligncenter" width="504" caption="Kegiatan bioscil bersama anak-anak OLI Ocean of Life Indonesia/Dok-Bioscil"]
1430637644319208355
1430637644319208355
[/caption]

14306380681531465692
14306380681531465692

Pada setiap kegiatan yang dilakukan, Bioscil tidak hanya menyuguhkan sebuah tontonan film, akan tetapi, ada banyak kegiatan yang dilakukan seperti workshop, Menonton film, Story telling dan kegiatan lainnya. Sepanjang kegiatan yang sudah dilakukan, umumnya peserta dalam kegiatan ini adalah anak-anak, akan tetapi tidak menutup kemungkinan kegiatan yang dilakukan Bioscil akan merambah ke ranah remaja atau bahkan dewasa.

Sejak tahun 2012, sudah banyak tempat yang telah dikunjungi oleh Bioscil, di antaranya adalah Sekolah Mborosot, Deaf Art Community, Home Schooling Yogyakarta, Komunitas Ocean Of Life - Gunung Kidul dan masih banyak tempat lain yang akan dikunjungi Bioscil.

Dari beberapa film yang sudah diputar dalam kegiatan Bioscil, umumnya merupakan karya sutradara muda asal Yogyakarta, seperti, BW Purba Negara, yang merupakan sutradara dari film Bermula dari A dan Say Hello to Yellow, Kemudian adalah Senoaji Julius, sutradara film Gazebo, 2 film yang diapresiasi pada kegiatan Bioscil merupakan film-film pendek yang sering mendapat penghargaan dari festival film di luar maupun dalam negeri.

[caption id="attachment_414978" align="aligncenter" width="448" caption="Bioscil - Yogyakarta /Dok-Bioscil"]

14307515491717897231
14307515491717897231
[/caption]Ketika bioskop mulai tidak ramah dengan anak-anak dan kantong kelas menengah ke bawah. TV pun ikut-ikutan sering tidak menyuguhkan tontonan yang seharusnya. Akan ada banyak ketimpangan sosial di antara kita dalam menikmati hiburan dan segementasi tontonan yang salah sasaran. Kegiatan-kegiatan seperti Bioscil (sejenis) ini menarik dan penting,  karena selain dapat menyuguhkan hiburan yang sesuai ia juga mampu mengantarkan  film menjumpai penontonnya.

 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penulis sudah Izin -dan telah diizinkan- untuk menggunakan materi berupa tulisan maupun visual yang digunakan dalam tulisan ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Refrensi:

https://bioscil.blogspot.com/

https://www.flickr.com/photos/galeri-bioscil

Sumber Foto: https://bioscil.blogspot.com/search/label/foto

https://rifqimansurmaya.blogspot.com/

https://www.youtube.com/channel/UCxtrEybzj2jMfx5DB3TIcTQ