Kesehatan

Perdebatan para Imiah Mengenai Minyak Kelapa Cegah Penyakit Jantung

12 Januari 2018   14:12 Diperbarui: 12 Januari 2018   16:56 681 0 0

Minyak kelapa yang dikenal dengan mengandung lemak jenuh ini, bahkan lbih dari mentega  dan lemat hewani. Namun, hal ini tidak membatasi sebagai bahan dasar dari banyak olahan makanan, bahkan produk kosmetik. Untuk hal kencantikan seperti mengobati jerawat, menjaga kebersihan kulit terutama pada kulit rambut.

Kali ini berbeda dan menjadi perdebatan di kalangan para ahli karena memiliki kandungan lemak jenuh didalamnya yang lebih banyak dari mentega mampu mencegah penyakit  jantung.

Terdapat sebuah penelitian bahwa dalam minyak kelapa ini mengandung 92 persen lemak jenuh, terbukti menaikan kadar kolestrol jahat alias low densisty lipoprotein (LDL) sehingga risiko penyakit jantung tentu semakin tinggi.

Namun Sebuah studi telah melakukan penelitian di University of Cambridge menemukan bahwa minyak kelapa sebenarnya bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke jika dikonsumsi setiap hari selama kurun empat minggu.

Melansir dari CNNIndonesia, pada akhirnya seorang dokter segera melalukukan eksperimen bersama sejumlah penelitian dari University of Cambridge. Dari hasil eksperimen ini melibatkan 100  orang, masing-masing berusia diatas 50 tahun. Tim peneliti pun melakuakn pemeriksaan terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL, tinggi badan, linkar perut, tekanan darah, berat badan dan presentase lemak tubuh.

Sebanyak 100 orang ini kemudia dibagi menjadi tiga kelompok, untuk kelompok satu mereka mengonsumsi minyak kelapa sebanyak 50 gram atau sebanyak dua sendok makan. Kelompok kedua diberi minyak zaitun yang diketahui mengandung lemak tak jenuh dan bisa menurunkan kadar LDL. Lalu kelompok ketiga diberi 50 gram butter atau margarin.

Ternyata hasil yang telah ditemukan bahwa minyak kelapa tidak meningkat kadar kolestrol LDL, tetapi meningkatkan HDL atau high density lipoprotein. Namun dalam hal ini minyak kelapa lebih baik daripada minyak kelapa. Karena minyak zaitun dan margarin menaikan kadar kolesterol LDL sebanyak 5 persen sedangkan denagn minyak kelapa hanya menaikan kadar kolestrol HDL sebanyak 15 persen.

Bukti ini sangat nyata, untuk kelompok yang mengosumsi kelompok yang mengoleksi margarin mengalmi kenaikan kolesterol LDL sebanyak 10 persen. Namun, hal ini berbeda dengan minyak zaitun dan minyak kelapa, yang sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda kenaikan kolesterol LDL, padahal minyak kelapa mengandung lemak jenuh lebih banyak daripada minyak zaitun.

Lalu, dalam berat badan dan lemak pada tubuh partisipan tidak berubah, kemungkinan kandungan lemak pada minyak kelapa cukup membuat kenyak sehingga mereka cenderung makan dalam porsi kecil.

Meski hal ini sangat menjanjikan, Prof Khaw menekankan bahwa penelitian ini hanya besifat jangka pendek. Ia pun menghimbau agar masyarakat tetap menjalani pola hidup sehat dan menjadikan konsumsi minyak kelapa sebagai kebiasan tambahan.

Penelitian belum bisa menetapkan baiknya untuk mengonsumsi minyak kelapa ini, maka dari itu anda juga harus bisa menjaga pola hidup sehat.