Mohon tunggu...
irvan sjafari
irvan sjafari Mohon Tunggu... Jurnalis - penjelajah

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ini Fantasi Saya Seharusnya Kota Tua Jakarta

8 Desember 2023   19:41 Diperbarui: 8 Desember 2023   19:42 201
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Museum Fatahillah-Foto: Irvan Sjafari

Beberapa kali saya mengunjungi kota tua Jakarta dan kesannya juga masih sama bahwa bagian kota tua yang dibangun era kolonial, yang hidup hanya yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagian kota tua yang hidup, hanya seputaran  lapangan di mana terdapat Museum Fatahillah, Museum Wayang,  Gedung Jasindo, Kafe Batavia,  Museum Keramik dan Seni Rupa, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, serta Toko Merah.

Saya tidak terlalu tua apakah berapa bangunan yang dijadikan kafe atau kantor milik swasta di kawasan Kota Tua, tetapi itu juga menyelamatkan warisan budaya peninggalan kolonial.

Sementara sebagian besar bangunan masih terbengkalai dan di beberapa sudut masih terkesan kumuh.

Memang setiap gubernur, termasuk Anies Baswedan cukup memberikan kontribusi perbaikan terhadap wajah kota, tetapi tidak seperti kehidupan kota tua yang saya bayangkan.

Saya sendiri hanya  berani berkunjung ke Kota Tua Jakarta pada siang hari, baik hari libur, weekend, maupun hari kerja, malam harinya masih berpikir takut jadi korban kriminalitas dan tidak ada jaminan untuk tidak kena.

Jalanan juga kerap macet, entah kepentingan apa yang membuat jalur ini sesak oleh kendaraan, itu juga membuat saya malas untuk berkunjung.  Ruang Terbuka Hijau juga berkurang.

Yang saya bayangkan kalau mau jadikan Kota Tua Jakarta sebagai destinasi wisata ya, areal itu harus steril dari bisnis yang tidak terkait  dengan wilayah itu.

Dalam fantasi saya areal yang dijadikan Kota Tua Jakarta sebagai wisata tidak boleh ada mobil yang masuk.

Mereka yang punya kendaraan bermotor parkir di areal sekeliling dengan pengamanan dan pengaturan ketat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun