irvan sjafari
irvan sjafari Jurnalis

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Sejarah Pilihan

Bandung 1961 | Tekuk Persija, Persib Juara PSSI

23 Mei 2018   19:16 Diperbarui: 23 Mei 2018   19:24 468 2 1
Bandung 1961 | Tekuk Persija, Persib Juara PSSI
Tim persib ketika jadi juara nasional-Kredit Foto:http://www.pictame.com/media/1139488929137856241_2257034130.

Persib menang  terhadap Persija 3-1 dalam pertandingan di Semarang pada 1 Juli 1961. Para pemain Persib Wowo Sunaryo, Hengky Timisela, Fatah Hidayat, Him Tjing menghiasi  Pikiran Rakjat  3 dan 4  Juli 1961.  Dalam ulasan disebutkan Persib unggul di segala lini. Gol dicetak oleh Wowo Sunaryo menit 12 dan 20, serta Hengky Timesela menit 23.  Sementara gol Persija diciptakan soleh Soetjipto.

Hasil ini membuat Persib menjadi tim yang meraih nilai nyaris sempurna, yaitu 5 kali menang dan satu kali seri dengan perolehan gol  memasukan dan kemasukan 24-9.  Sementara PSM berada di peringkat kedua dengan 4 kali menang dan dua kali seri dengan  gol memasukan dan kemasukan 18-11.

 Lima tim finalis lainnya, jauh di bawah keduanya. Berada di tempat ketiga  Persija memperoleh hasil 4 kali menang dan 2 kali kalah 21-13, Persebaya 2 kali menang, 1 kali seri dan 3 kali kalah 11-17 dengan 5 poin, PSMS  dan Persema masing-masing  2 kali menang dan empat poin, namun PSMS unggul selisih gol (18-19), sementara Persema (13-19).  Sementara tuan rumah PSIS tidak memperoleh poin sama sekali dengan gol 10-25.

Kepulangan Persib disambut pendukungnya di sepanjang jalan yang dilalui. Di Losari misalnya, ribuan massa berbaris di tepi jalan lengkap dengan bendera,  seperti dilaporkan wartawan Pikiran Rakjat  Soeharmono  Tjitro Soewarno.

Rombongan pemain dan official Persib dengan ketuanya Komsaris besar R Atang Prawirasastra  menggunakan beberapa  mobil singgah di Cirebon untuk mendapatkan jamuan dari Residen Cirebon Affandi Wiradiputra dan Wali Kota Cirebon Prabowo.  Rombongan juga diminta singgah di kediaman Bupati Sumedang Tb Mochamad Chalil.

Sambutan lebih meriah ketika rombongan memasuki Ujungberung di mana pemain Persib disambut oleh barisan kehormatan sepanjang kira-kira 100 meter, terdiri dari OPR pemain sepak bola setempat berumur 10-15 tahun.

Sambutan  terhadap Persib nyaris serupa dengan sambutan terhadap kedatangan Bung Karno dan tamu negara.  Sambutan  ini membuktikan Persib pada 1961 bukan lagi milik warga Bandung tetapi simbol dari Jawa  Barat.  Ini merupakan fenomena menarik sejarah Persib bila dikaitkan dengan supporternya.  

Akhirnya di Kota Bandung, Persib diterima oleh Wali Kota Bandung Priatna Kusumah  dan Pangdam Siliwangi Ibrahim Adjie dengan upacara meriah yang dihadiri oleh ribuan orang di kantornya. Dalam sambutannya Ibrahim Adjie menyebut,"Kemenangan Persib adalah kemenangan Jabar."

Rachman Sainan, salah seorang anggota DPRD Jawa Barat, juga seniman  melukiskan animo kemenangan itu dalam  Kidung Persib ciptaannya yang dimuat di Pikiran Rakjat  edisi 4 Juli 1961.

Bandung pinuh madu restu/Bingahna kawanti-wanti/Da njata Persib digdjaja/Teu kalis ku dinjenjeri/Teu suda ku dikakaja/Jakti gumati ngajomi. 

Ini merupakan kidung yang kedua yang dibuat Sainan untuk  Persib, setelah menjadi juara dua pada 1958/1959 di bawah PSM Makassar.   Pada waktu itu PSM menjadi juara dengan 6 kali menang dari 6 pertandingan dengan  hasil sempurna.  Sementara Persib di posisi kedua dengan delapan poin dari empat kali menang dan dua kali kalah.

Hal yang menarik di sini musuh bebuyutan Persib pada masa itu bukan dari Persija tetapi dari PSM. Dalam pertemuan 1959,  Persija juga takluk 1-3 oleh Persib. Namun lawan PSM, tim kesayangan warga Bandung ini takluk 2-1.

Sementara dalam kompetisi  1960/1961 Persib bertanding melawan PSM di Stadion Mattoangin Makassar dalam sebuah pertandingan yang diwarnai insiden pada 4 juni 1961.  Wasit yang memimpin Kuntadi  memberikan penalti pada persib pada menit ke 85, ketika skor 1-1.  Ramang dan kawan-kawan memprotes hal itu dan pertandingan terhenti, akhirnya disepakati  dilanjutkan di Semarang. Namun skor akhirnya tetap seri.

Selain mengalahkan persija 3-1 dan bermain seri 1-1 dengan PSM, Persib mengalahkan  PSMS 5-3,mengalahkan,  PSIS Semarang 6-2,  membantai Persema 7-1,  serta mengalahkan Surabaya  2-1.

Kedigayaan Persib sudah tampak, ketika pada Februari 1961 Pesib menekuk SGSFA dari Malaya dengan skor 7-1 (3-0).  Pikiran Rakjat, 13 Februari 1961 melukiskan bahwa pertandingan berlangsung di bawah udara cerah, pemain SGFSA yang diperkuat pemain nasional Malaya Rahim Omar tidak berdaya terbentur tembok Isak-Sunarto-Ilyas.  Sementara Trio Persib Omo-Wowo dan Henky merajalela di daerah klub dari Malaya ini.  Persib sudah siap untuk tingkat berikutnya, mengikuti kejuaraan internasional.

Irvan Sjafari

Sumber:

Pikiran Rakjat 13 Februari 1961, Juni 1961, 3, 4 Juli 1961.

 http://www.panditfootball.com/on-this-day-klasik/102681/RDK/140604/on-this-day-1961-tragedi-kuntardi-yang-bawa-persib-juara

Kredit foto: Pictame