Mohon tunggu...
Petra JD
Petra JD Mohon Tunggu... Menulis ketika ingin. Rehat ketika ingin. Mengkritik ketika diperlukan. Diam ketika mengendalikan. Seorang penulis lepas yang kadang omong kosong di dalam tulisannya. Namun kadang menyelipkan pesan tersembunyi di dalam tulisannya. Sekian.

Pengamat

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Kembali Mendapatkan Masalah Ekonomi, Akankah BPJS Kesehatan Berlanjut?

27 Juli 2019   04:38 Diperbarui: 27 Juli 2019   12:31 0 1 0 Mohon Tunggu...
Kembali Mendapatkan Masalah Ekonomi, Akankah BPJS Kesehatan Berlanjut?
kompas.com

Berita mengenai BPJS Kesehatan yang terancam denda dengan nilai yang fantastis barangkali akan membuat anda mengerutkan kening anda.

Pada masa awal keberadaan BPJS Kesehatan, produk ini sudah mendapat angin masalah terkait masalah utang kepada rumah sakit. Denda yang menunggak nilainya bahkan mencapai puluhan miliar rupiah. Angka tersebut berpotensi Rp 70 miliar. 

Kondisi ini terbilang merosot, sebab pada tahun sebelumnya BPJS Kesehatan juga belum tertutupi. Berbagai masalah yang siap membayangi BPJS Kesehatan ini merupakan salah satu faktor saya sampai saat ini belum ada mendaftarkan diri sebagai pemegang BPJS Kesehatan, meski sudah diminta oleh orang tua untuk mengurusnya. Ya, itu adalah salah satu alasannya. alasan lainnya adalah kurang ramahnya syarat. 

Mendaftar BPJS Kesehatan tidak bisa hanya untuk diri sendiri. Mendaftar BPJS Kesehatan merupakan pendaftaran Kartu Keluarga (KK).

Jadi apabila KK kita masih bergabung dengan orang tua, maka kita juga harus secara otomatis mendaftarakan semua anggota yang masuk di dalam KK tersebut. Saya jadi berpikir lagi untuk menjadi pemegang BPJS Kesehatan. 

Tampaknya BPJS Kesehatan belum dapat memberikan keuntungan yang seimbang antara lembaga layanan kesehatan (rumah sakit) dengan pemegang BPJS Kesehatan (masyarakat).

Masyarakat harus melewati proses administrasi yang lama, dan rumah sakit harus menyimpan piutang terhadap negara.

Pemerintah kembali menanggung pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Jangan nama BPJS Kesehatan yang digadang sebagai layanan asuransi kesehatan nomor satu saja, tapi di belakangnya banyak utang yang harus ditanggung negara kepada rumah sakit di tanahnya sendiri. Lucu bukan? 

VIDEO PILIHAN