Mohon tunggu...
Julkhaidar Romadhon
Julkhaidar Romadhon Mohon Tunggu... Kandidat Doktor Pertanian UNSRI

Pengamat Pertanian Kandidat Doktor Ilmu Pertanian Universitas Sriwijaya. Http//:fokuspangan.wordpress.com Melihat sisi lain kebijakan pangan pemerintah secara objektif. Mengkritisi sekaligus menawarkan solusi demi kejayaan negeri.

Selanjutnya

Tutup

Tekno

Biarkan Data yang Bicara

6 April 2018   16:45 Diperbarui: 6 April 2018   17:08 0 1 1 Mohon Tunggu...
Biarkan Data yang Bicara
sumber: Hipwee

Kejadian pahit pernah saya alami terkait data-data penting yang hilang. Dalam kurun tiga tahun terakhir, dua buah laptop pribadi saya hilang. Tepatnya pada tahun 2014 dan tahun 2016. Persamaan dari dua kejadian itu adalah hilangnya data hasil tesis pasca sarjana (S2) dan disertasi (S3) saya. Namun, ada beda dari dua kejadian itu, semenjak saya menggunakan flashdisk untuk menyimpan data.

Saat kejadian di hari nahas pada tahun 2014, saya kaget bukan kepalang. Tas yang berisi laptop dan biasa saya letakkan di ruang tamu hilang. Padahal baru saja ditinggalkan sebentar ke kamar mandi. Begitu saya lihat ke depan rumah, ternyata benar pagar halaman sudah terbuka. Maklumlah, karena rumah kecil type 36 hanya tersedia ruang tamu, kamar tidur dan wc. Jadi semua peralatan saya letakkan di ruang tamu termasuk laptop yang hilang.

Sesaat setelah kejadian itu, badan saya teras lemas dan serasa tidak percaya. Data-data penting termasuk hasil tesis yang ada tidak terback up. Padahal hasil tesis tersebut akan saya kembangkan menjadi disertasi pada jenjang S-3. Hilang dan pupus sudah harapan, terpaksa saya harus mencari topik baru.

www.lelong.com
www.lelong.com
Pertanyaannya, mengapa saya tidak melakukan backup namun hanya menyimpan di laptop saja? jawabannya karena rumah saya tidak pernah kecurian dan lingkungan sekitar tempat tinggal termasuk kategori aman. Karena dua alasan itulah, yang menjadikan saya tidak kepikiran dan perhatian untuk membackup file-file penting. Selain itu, saya juga bukan tipe orang yang suka menyimpan data di dalam flashdisk atau dalam bentuk media apapun.

Belajar dari kejadian laptop pertama yang hilang, saya mulai membackup file-file penting yang ada semacam disertasi dan hasil penelitian lainnya. Ada beberapa cara yang coba saya lakukan termasuk menyimpan ke dalam flashdisk hingga mengirim email balik ke email saya sendiri. Ternyata benar, sekitar tahun 2016 laptop yang berisi data disertasi S-3 saya hilang juga.

Namun tempat kejadian kali ini berbeda. Jika pertama kejadian hilang di rumah, kejadian yang kedua terjadi di kantor. Memang kalau sudah ditakdirkan hilang, pasti hilang juga bagaimanapun alasannya. Bisa dibayangkan, kantor saya yang tidak pernah kemalingan sudah puluhan tahun hari itu kebobolan. Pencuri berhasil masuk ke kantor dengan mematahkan terali dan menggondol laptop saya di lemari.

Ceritanya begini, biasanya saya ke kantor selalu memakai mobil dan laptop selalu dibawa ketika pulang. Karena mobil saya yang lama sudah dijual dan sembari menunggu datangnya mobil baru, maka saya menggunakan motor untuk ke kantor. Tepat kejadian di hari tersebut, hujan sedang turun dengan lebatnya. Mengingat hari hampir menjelang maghrib, namun hujan tidak reda maka terpaksa saya pulang dan tidak membawa laptop. Karena jika dipaksakan maka akan rusak karena kemasukkan air hujan.

Begitu besok pagi saya ke kantor, alangkah kagetnya saya ketika pegawai lain ribut-ribut bahwa kantor kemasukan pencuri. Langsung saja saya bergegas ke ruangan dan ternyata benar lemari sudah diacak-acak. Akhirnya kejadian hilangnya laptop untuk kedua kali terjadi lagi. Namun shockyang saya dapatkan tidak separah peristiwa kehilangan laptop yang pertama, karena saya sudah mempunyai back upfilenya.

Bisa kita bayangkan, bagaimana jika kita kehilangan data yang sudah dihasilkan berbulan-bulan. Kita tidak akan mengingat kembali apa-apa hasil penelitian dan hasil tulisan kita. Bisa ditebak, tingkat stress tinggi yang akan kita hadapi. Dalam situasi kehilangan data, psikologis kita akan terganggu. Tingkat depresi akibat tekanan batin sudah pasti menghampiri. Mengapa, ya kita pasti akan mengulang dari awal lagi.

Sakit sekali bukan? pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran seperti sia-sia saja. Kita bukan memikirkan harga laptopnya tetapi isi dalam laptop itu yang sangat penting.

SanDisk Ultra Dual Drive m3.0

Saya berkenalan dengan SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 sebenarnya secara tidak sengaja. Saya mendapatkannya berupa souvenir saat disuruh rapat mewakili pimpinan kantor. Didalam souvenir tersebut, terdapat flashdisk ukuran 16 MB. Begitu dibuka, ternyata ada dua colokkan yang satu berbentuk USB dan yang satu mirip colokkan untuk handphone.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3