Mohon tunggu...
Money

Implikasi Teknologi Informasi untuk Proses Audit

2 Desember 2015   14:49 Diperbarui: 2 Desember 2015   15:28 1063
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

IMPLICATIONS OF INFORMATION TECHNOLOGY FOR THE AUDIT PROCESS

  1. Teknologi Informasi mempengaruhi Pengendalian Intern

 Sebagian besar entitas, termasuk perusahan keluarga yang berukuran kecil, mengandalkan TI untuk mencatat dan memproses transaksi bisnis. Akibat kemajuan TI yang luar biasa, perusahan yang relatif kecilpun bahkan menggunakan komputer pribadi dengan prangkat lunak akuntansi komersial untuk menjalankan fungsi akuntansinya. Fungsi akuntansi yang menggunakan jaringan TI yang rumit, internet, dan fungsi TI terpussat sekarang suda merupakan hal yang umum.

Beberapa perubahan pengendalian internal yang diakibatkan oleh pengintegrasian TI ke dalam sistem akuntansi;

  1. Pengendalian komputer menggantikan pengendalian manual. Manfaat nyata dari TI adalah kemampuannya untuk menangani sejumlah besar transaksi bisnis yang rumit secara mudah.
  2. Tersedianya informasi yang bermutu lebih tinggi. Aktivitas TI yang kompleks biaasanya dikelola secara efektif karena kerumitan itu memerlukan organisasi, prosedur, dan dokumentasi yang efektif.

      2. Penilaian Risiko Terhadap Teknologi Informasi.

Meskipun TI dapat meningkatkan pengendalian internal perusahan, hal itu juga dapat mempengaruhi risiko pengendalian perusahan secara keseluruhan. Banyak risiko dalam sistem manual dapat dikurangi dan beberapa kasus malah dihilangakan. Naman, akan tercipta risiko baru yang spesifik pada sistem TI yang selanjutnya dapat menimbulkan kerugian yang besar jika diabaikan. Jika sistem TI gagal, organisasi dapat lumpuh karena tidak mampu mendapatkan kembali informasi. Risiko ini meningkatkan kemungkinan salah saji yang material dalm laporan keuangan. Risiko khusus pada sistem TI meliputi;

  1. Risiko pada perangkat keras dan data
  2. Jejak audit yang berkurang
  3. Kebutuhan akan pengalaman TI dan pemisahan tugas TI

Meskipun TI memberikan manfaat pemerosesan yang signifikan hal itu juga menciptakan risiko yang unik dalam melindungi perangkat keras dan data, termasuk potensi munculnya jenis kesalah baru. Risiko khusus ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Ketergantungan pada kemampuan berfungsinya perangkat keras dan lunak.
  2. Kesalahan sistematis versus kesalahan acak.
  3. Akses yang tidak sah.
  4. Hilangnya data.

Salah saji mungkin tidak terdeteksi dengan meningkatnya penggunaan TI akibat hilangnya jejak audit yang nyata, termasuk berkurangnya keterlibatan manusia. Selain itu, komputer juga menggantikan jenis otorisasi tradisional dalam banyak sistem TI.

  1. Visibilitas jejak audit.
  2. Keterlibatan manusia yang berkurang.
  3. Tidak adanya otorisasi tradisional.

Sitem TI mengurangi pemisahan tugas tradisional ( otorisasi, pembukuan, dan penyimpanan) dan menciptakan kebutuhan akan pengalaman TI tambahan.

  1. Pemisahan tugas yang berkurang.
  2. Kebutuhan akan pengalaman TI.

 

     3. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Proses Audit.

       Pengetahuan tentang pengendalian umum akan meningkatakan kemampuan auditor dalam menilai dan mengandalakan pengendalian aplikasi yang efektif untuk mengurangi risiko pengendalian bagi tujuan audit terkait. Auditor harus mengevalusi keefektifan pengendalian umum sebelum mengevaluasi pengendalian aplikasi, sehingga auditor hrus mengevaluasi terlebih dahulu pengendalian tersebut sebelum menyimpulka apaka pengendalian aplikasi sudah efektif.

  • Pengaruh pengendalian umum terhadap aplikasi keseluruhan sistem pengendalian umum yang efektif akan menimbulkan potensi salah saji yang material pada semua aplikasi sistem , tanpa memperhatikan mutu dar setiap penngendalian aplikasi.
  • Pengaruh pengendalian umum tehadap perubahan perangkat lunak jika klien mengganti prangkat lunak aplikasi, hal itu akan mempengaruhi ketergantungan auditor pada pengendalian yang terotorisasi.
  • Memahami pengenddalian umum klien biasanya auditor memperoleh informasi tentang pengendalian umum dan aplikasi melalui cara-cara berikut:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun