Mohon tunggu...
Julius Deliawan
Julius Deliawan Mohon Tunggu... ttps://www.instagram.com/kompasianacom

Guru sejarah, yang mencintai dunia tulis menulis. Menaruh minat pada soal-soal kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, sosial, budaya dan pertanian. Punya obsesi mengembangkan pendidikan yang memerdekakan, menerbitkan buku dan menjadi petani. Untuk perkenalan lebih lanjut, dapat ditemui di : juliusdeliawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menegaskan Kembali Identitas Kebangsaan Kita, Tafsir Atas Pakaian Adat Jokowi

19 Agustus 2019   09:04 Diperbarui: 19 Agustus 2019   09:22 156 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menegaskan Kembali Identitas Kebangsaan Kita, Tafsir Atas Pakaian Adat Jokowi
Sumber, kompas.com



Meski bukan yang pertama, tetapi perayaan hari kemerdekaan di istana dengan dresscode pakaian adat tetap menarik dibahas.

Jokowi yang seringkali menampilkan simbol-simbol, membuat apa yang dilakukan memiki banyak ruang untuk ditafsirkan. Efeknya, seringkali menggairahkan ekonomi. 

Setidaknya media tidak kehilangan berita dan kajian talkshow. Menyediakan panggung bagi pengamat, termasuk kompasianer. Tontonan menarik bagi warga masyarakat. Bukan hanya terbatas pada upacara bendera.

Sebelumnya beliau berpakaian adat Bali ketika berkunjung ke Malaysia. Barangkali ini adalah bagian dari konsistensi beliau dalam menjadi Indonesia.  

Sebelumnya tagar, saya Indonesia, saya Pancasila. Mulai membiasakan dengan berpakaian adat dalam peringatan hari kemerdekaan hingga saat ini.

Gempuran budaya asing, tidak saja merasuki alam berpikir dan berprilaku, namun juga dalam soal berpakaian. Orang Indonesia nyaris kehilangan kebanggaan dengan pakaian adat mereka. 

Alasannya pragmatis, ribet. Bahkan dalam perhelatan spesial sekalipun, acara pernikahan misalnya. Indikasinya sudah jarang saya temui pengantin berpakaian adat lengkap.

Pada periode keduanya, Jokowi ingin menekankan pada pembangunan SDM. Pembangunan manusia Indonesia yang komplit. Memiliki kebanggaan atas berbagai identitas kebangsaannya. 

Manusia Indonesia yang berakar pada nilai-nilai kepribadiannya sendiri. Bukan manusia Indonesia yang justru menghidupi dan bertumpu pada nilai-nilai kepribadian atau simbol-simbol budaya asing.

Berpakaian adat memang bukan otomatisasi proses menjadi Indonesia. Menjadi warganegara yang berkepribadian sesuai dengan nilai-nilai keindonesiaan seperti yang dicita-citakan. Bukan. Namun, Jokowi paham posisinya. Beliau adalah sentral. Perubahan akan memiliki dampak lebih besar jika penggeraknya dari posisi beliau.

Jokowi sudah mengawali, tidak hanya menganjurkan tetapi mengenakan. Bahkan bagi sebagian orang mengenalkan kembali identitas keindonesiaan mereka. Bagaimana dengan kita?

VIDEO PILIHAN