Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

PA 212 Menyoal Pidato Jokowi, "Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis-Pancasilais"

15 Agustus 2020   16:05 Diperbarui: 15 Agustus 2020   16:02 1157 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PA 212 Menyoal Pidato Jokowi, "Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis-Pancasilais"
Sumber: Eva Safitri/detik.com

Pidato Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR kemarin banyak mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Ada dari politisi PKS Mardani Ali Sera dan ada dari PA 212.

Dalam sidang tahunan MPR tersebut Presiden Jokowi berkata, "Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling pancasilais sendiri" ujar Jokowi Dilansir dari detik.com, 14/8.

Jawaban datang dari Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif," Bagi seorang muslim yang iman kuat pasti akan mengedepankan agama diatas segalanya. Yang harus diperhatikan serius oleh Jokowi itu justru yang ingin merubah Pancasila dengan Trisila dan Ekasila tapi merasa paling Pancasilais,".

Atas jawaban dari PA 212 tersebut pada dasarnya untuk mengajak kita semua bangsa Indonesia agar lebih mendepankan agama dan Pancasila secara bersama-sama dan seimbang tanpa harus merenggut hak orang lain.

Dalam hal ini ini tidak merenggut hak orang lain dalam beribadah dan memilih agama sesuai kepercayaan dan keyakinannya. Kita sudah sering melihat banyak sekali aksi intoleransi di Republik ini.

Masih ada larangan mendirikan ibadah dan beribadah juga. Ini yang diharapkan Presiden Jokowi untuk kita lawan. "Jangan ada yang merasa paling agamis". 

Konstitusi kita sudah menegaskan dan mengatur bahwa setiap orang berhak memiliki dan memilih agama sesuai kepercayaan dan keyakinannya. Karena itu, kita hormati aturan dan amanah UUD 1945 tersebut.

Begitu pula Pancasila mengajak kita untuk menghormati saudara kita semua umat beragama di Indonesia agar saling mencintai, menghormati dan menghargai satu dengan lainnya sesuai dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebenarnya Presiden Jokowi ingin menitikberatkan pada hal tersebut, bukan untuk menyakiti maupun menyindir siapapun di negara ini.

Semangat Pancasila dan agama itu adalah satu kesatuan yang utuh. Harus sama-sama kita jalankan dan terapkan dalam kehidupan demi terciptanya kenyamanan, keamanan dan ketentraman bersama.

Praktik-praktik yang ingin mengubah Pancasila memang harus kita cegah dan lawan karena itu tidak mencerminkan semangat Pancasila tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN