Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Politik Jokowi Terkait 'Jatah' Pendukung

2 November 2019   21:22 Diperbarui: 2 November 2019   21:33 57 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Politik Jokowi Terkait 'Jatah' Pendukung
Sumber: Tribunnews.com

Pemilihan kursi menteri kabinet Indonesia Maju sudah selesai dan sudah dilantik seluruh menteri dan setingkat menteri. Namun, hangatnya perbincangan terkait kursi menteri itu belum habis.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, "Cukup terbuka Jokowi reshuffle kabinet 6 bulan hingga setahun kedepan. Dasarnya kinerja atau polemik yang ditimbulkan menteri. Selain itu, mungkin juga karena banyak pendukung Jokowi yang antre ingin masuk kabinet" (CNN Indonesia.com, 2/11/2019).

Menurut pengamat tersebut bahwa Jokowi akan cepat melakukan reshuffle bagi menterinya yang belum memberikan kinerja baik. Hal itu agar memenuhi 'jatah' pendukung.

Terkait itu pula Jokowi sudah tegas mengatakan bahwa Menteri yang belum menunjukkan kinerja baik tak akan segan-segan untuk dicopot.

Karena itu, pendapat pengamat bisa saja benar. Karena memang dalam sebuah kabinet pasti ada-ada saja menteri yang kurang baik kinerjanya. Kurang memberikan kemampuan terbaiknya.

Jadi, pandangan dari pengamat itu adalah bagian dari politik Jokowi terkait kursi menteri. Akan tetapi, kita lihat saja dulu dinamika yang terjadi kedepannya. Semakin menarik perpolitikan kita saat ini, karena memang politik itu seni yang kapan saja banyak hal menarik yang ditonjolkan.

Buat kita juga, tak masalah memiliki pendapat yang berbeda terkait politik di Indonesia. Itu sah-sah saja. Saya juga mengamati bahwa pasti akan ada reshuffle kedepannya, tetapi belum tahu siapa yang akan di reshuffle.

Buat para menteri kabinet Indonesia Maju ayo segeralah bekerja keras. Kerahkan semua tenaga dan pikiran demi kebaikan negeri ini, jangan setengah-setengah. Ingat bahwa jika kinerja tidak baik, maka akan dicopot. Kan rugi!.

Terakhir, saya juga berharap ketika reshuffle itu datang, tidak ada partai politik yang sakit hati karena kadernya harus direshuffle. Harus menerima segala keputusan yang ada dengan lapang dada. Begitulah politik yang tidak mengenal "pilih kasih". Bersiaplah untuk sakit hati dan merasa dikecewakan.

Terpenting, tetap berkomitmen untuk ikut memajukan bangsa ini sesuai nama Kabinet yaitu Indonesia Maju.

VIDEO PILIHAN