Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut

Selanjutnya

Tutup

Politik

Fadli Zon "Berprasangka Negatif" kepada Wiranto

14 Agustus 2019   16:48 Diperbarui: 14 Agustus 2019   17:07 0 1 0 Mohon Tunggu...
Fadli Zon "Berprasangka Negatif" kepada Wiranto
CNN Indonesia/Hesti Rika

Fadli Zon yang merupakan politisi partai Gerindra kembali memberikan tanggapan yang kontroversial bagi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Kontroversi tersebut ketika beliau mengatakan Wiranto menggelar acara ikrar dan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi sejumlah eks anggota Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Fadli Zon curiga bahwa acara itu bentuk proposal agar terpilih kembali menjabat menteri Jokowi periode berikutnya (cnnindonesia.com, 14/8/2019). Pernyataan ini sangat tidak menarik sekali buat Wiranto dan buat sebagian kita. Pasalnya, tindakan baik dari seorang Menteri melakukan bagian dari tugasnya dikomentari hanya untuk "mencuri muka" istilahnya, agar bisa menjadi menteri.

Mungkin Fadli Zon harus berdiskusi lebih lanjut dengan Pak Wiranto apa sebab beliau melakukan acara tersebut. Kalau kata Fadli Zon eks DI/TII itu sudah selesai karena mereka sudah lama sumpah setia kepada NKRI. Mungkin Pak Wiranto berpendapat lain soal itu. Maka dari itu, perlu ditanyakan sebelum membuat komentar.

Kalau soal urusan menteri, saya rasa itu kewenangan dari Pak Jokowi dan tak ada yang bisa mengintervensinya. Beliau punya hak prerogatif. Kalau Pak Wiranto kinerjanya bagus periode ini, pasti tak salah untuk dipilih kembali. 

Saya yakin Pak Jokowi tidak memilih menteri yang hanya melaksanakan keberhasilan program cuma satu saja, tetapi harus banyak. Nah, soal acara tersebut bagi saya bukan menjadi pertimbangan utama buat Pak Jokowi memilih menterinya.

Jadi, Fadli Zon hanya membuat kontroversi saja dengan menyebut Pak Wiranto buat proposal agar jadi menteri. Ini sebuah kesalahan besar opini atau pendapat yang dikembangkan oleh Fadli Zon. Tak seharusnya manuver politik itu dilancarkan saat ini.

Kalau Pak Fadli Zon juga sosok pemimpin yang punya track record bagus, berintegritas pasti bisa jadi menteri juga. Oleh karena itu, jangan karena sosok menteri membuat satu terobosan dikatakan itu proposal politik agar dipilih kembali. Apakah segampang itukah Pak Jokowi memilih menteri?.

Kembali lagi, bahwa Pak Jokowi memilih menterinya berdasarkan banyaknya kinerja yang bagus, punya integritas dan kapabilitas dalam bekerja. Sekarang, apakah menurut kita Pak Wiranto sudah bagus selama periode ini menjadi Menkopolhukam? 

Kalau sudah bagus, maka layak untuk dipilih. Disini bukan soal acara ikrar dan sumpah setia kepada NKRI itu saja yang dilihat, tetapi secara universal kinerja Pak Wiranto itu sendiri. Begitulah.