Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut IG: Juandi1193

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Beri Waktu 3 Bulan Usut Kasus Penyiraman Novel, Bukti Ketegasan Jokowi

19 Juli 2019   22:26 Diperbarui: 19 Juli 2019   22:32 0 2 0 Mohon Tunggu...
Beri Waktu 3 Bulan Usut Kasus Penyiraman Novel, Bukti Ketegasan Jokowi
Sumber: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan kini mendapat perhatian langsung dari Presiden Jokowi. Hal itu sangat wajar sebenarnya karena pengungkapan kasus tersebut sudah berjalan kurang lebih 2 tahun sejak April 2017 lalu. Sudah lama memang, tetapi sampai dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) belum berhasil mengungkap pelaku dan aktor intelektualnya, cuma semakin membuka pintu untuk dapat mengungkap pelakunya.

Terkait dengan perhatian yang diberikan oleh Presiden Jokowi terhadap kasus Novel, diberi jangka waktu 3 bulan untuk Polri mampu mengungkap pelakunya, padahal Kapolri Tito Karnavian mengusulkan 6 bulan jangka waktu mengungkap kasus itu.

Melalui tim teknis kasus Novel yang diberikan jangka waktu 3 bulan, semoga saja dapat mengungkap pelakunya. Jangan lagi berlama-lama karena sudah berlarut-larut kasus itu tak juga menemui titik temu.

Atas perhatian tersebut membuktikan bahwa Pak Jokowi peduli dengan namanya penegakan hukum dan HAM. 

Sekaligus, pernyataan presiden Jokowi membungkam oknum-oknum yang mengatakan bahwa pemerintah tidak berfokus terhadap penegakan hukum dan HAM di masa pemerintahannya. Kita tunggu saja bagaimana sepak terjang dari tim teknis tersebut agar kita dapat mengetahui siapa pelaku dan aktor intelektualnya.

Yang pasti, presiden Jokowi benar-benar tegas sepertinya di periode keduanya. Senada dengan pernyataannya dalam pidato Visi Indonesia kemarin, dimana para birokrat, menteri dan pejabat negara lainnya diminta untuk keluar dari zona nyaman dan hanya bekerja begitu-begitu saja. Jadi, saya meyakini, pemerintahan periode ini, presiden Jokowi dan wakil presiden Ma'ruf Amin akan benar-benar tegas.

Bersiaplah bagi menteri dan pejabat negara lainnya yang lambat bekerja, hanya pingin nyaman akan terdepak oleh presiden Jokowi. Saatnya revolusi mental akan bergerak. Pejabat negara dan masyarakat diminta untuk aktif membantu perkembangan kemajuan Indonesia kedepan. Kita tak bisa diam dan berjalan stagnan karena menuju pada kemajuan harus penuh kerja keras.

Karena itulah, saya mengapresiasi langkah awal presiden Jokowi yang meminta Polri cepat mengungkap pelaku penyiraman Novel. Penegakan hukum tetap menjadi primadona di negara yang menjunjung tinggi hukum ini. 

Harapannya, dengan ultimatum yang diberikan Jokowi akan mengungkap pelakunya. Dan saya yakin polisi pasti bisalah untuk mengungkapnya karena sudah berjalan bertahun-tahun lamanya kasus ini. 

Semoga saja keadilan kepastian dan kemanfaatan akan benar-benar tercipta buat Novel dan buat kita. Mari kita dukung!!