Mohon tunggu...
Juandi Manullang
Juandi Manullang Mohon Tunggu... Penulis Lepas

Alumnus FH Unika ST Thomas Sumut

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Hoaks Menyerang Kompas.com, Tangkap Pelakunya!

4 Juli 2019   23:28 Diperbarui: 5 Juli 2019   00:34 0 5 1 Mohon Tunggu...
Hoaks Menyerang Kompas.com, Tangkap Pelakunya!
Sumber: Kompas.com

Miris, itu kata yang harus saya katakan. Miris kenapa? Miris karena berita Kompas.com seperti diubah-ubah atau didongkrak maupun dimanipulasi, seakan-akan berita itu produksi redaksi Kompas.com.

Sebuah akun facebook mengunggah tangkapan layar, seolah sebuah artikel dari Kompas.com berisi foto Tito Karnavian yang mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa masuknya perempuan ke masjid dengan membawa anjing merupakan rekayasa kelompok tertentu (Kompas.com, 4/7/2019).

Bahaya sekali postingan itu mencatut berita Kompas.com. Itu menciderai berita Kompas.com itu sendiri.

Sebagaimana pemimpin redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dengan tegas menyatakan, foto dan informasi di dalamnya hoaks.

Kalau sudah begini, perlu yang membuat dan memanipulasi berita itu seakan-akan hasil peliputan dan hasil jurnalistik Kompas.com, dihukum atau diproses hukum. Kalau perlu penyebarnya juga diproses dan dipanggil menerangkan bahwa dia mendapatkan sumber berita itu darimana. Dan, saran saya yang membuat perlu dicari karena telah menciderai berita Kompas.com.

Kita mengetahui dan masyarakat bahwa Kompas.com, Harian Kompas, Kompasiana, Kompas TV dan grup Kompas lainnya terkenal dengan media yang independen dan terpercaya pemberitaannya. Kompas grup kita kenal sebagai media yang popular dan disukai banyak masyarakat.

Kita juga tahu pemberitaannya akurat, mencerahkan dan diisi oleh penulis-penulis handal dan profesional terutama rubrik kolomnya. Artinya, kualitas dari berita Kompas grup tidak diragukan lagi. Jadi, ketika beredar berita hoaks mencatut Kompas.com, kita terheran-heran dan tak percaya.

Oknum pelaku pembuatnya sudah mencoreng nama Kompas.com, jadi perlu ditangkap pelakunya. Hoaks sudah membuat onar dan melukai jati diri bangsa. Pikiran kita dirusak hoaks dan sangat merugikan siapa saja.

Jadi, perlu penegakan hukum yang tegas sekaligus edukasi kepada masyarakat melawan hoaks dan menjelaskan hukuman berat kalau menyebarkan dan membuat hoaks. Cara itu agar rakyat tercerahkan dan memahami bahaya hoaks dan akibat hukumnya, sehingga takut membuat hoaks dan menyebarkannya.

Hoaks sudah semakin merajalela menyerang kehidupan dan informasi kita. Jadi perlu filter dan pencegahan terciptanya bibit-bibit manusia calon penyebar dan pembuat hoaks. Kita cegah rakyat senang membuat hoaks. Itu tugas kita.

Kasihan sekali media maupun masyarakat, pejabat dan lain sebagainya terkena hoaks dan menghancurkan martabat dirinya karena hoaks yang menjelekkan pribadi orang. Hoaks telah menjelekkan diri Kompas.com, sehingga layak diproses hukum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2